Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bebaskan Wali Kota dari Penyanderaan

Administrator • Rabu, 3 Desember 2014 | 21:29 WIB
Photo
Photo
KOREM 072/PAMUNGKAS FOR RADAR JOGJA
HARUS SIGAP: Personel Batalyon Infanteri (Yonif) 403/Wirasada Pratista dan Kompi Kavaleri 2/BS saat simulasi pembebasan wali kota Jogja di kompleks Balai Kota Timoho Jogja, kemarin (2/12).
JOGJA - Batalyon Infanteri (Yonif) 403/Wirasada Pra-tista dan Kompi Kavaleri 2/BS melakukan simulasi pembebasan sandera di depan kantor Wali kota Jogja, kemarin (2/12). Simulasi ini merupakan bentuk imple-mentasi batalyon yang mengemban tugas mekanis di mana salah satunya melakukan pembebasan sandera.
Simulasi dimulai pukul 06.30. Beberapa pengguna jalan raya yang hendak pergi ke sekolah maupun berangkat kerja, sesekali melihat kegiatan ini. Se-bagian mereka berhenti di pinggir jalan untuk menge-tahui sejumlah prajurit TNI yang berada di kompleks Balai Kota Timoho itu.Satu Pleton Yonif 403/WP langsung melaksanakan pembebasan dan sejumlah pasukan Kikavser dengan Panser Panhard bergabung menyerbu lokasi pena-wanan di salah satu ruangan kantor wali kota.
Pada operasi penyergapan ini, pasukan gabungan Yonif 403/WP dan Kikavser 2 terpaksa melumpuhkan para teroris di lokasi, setelah sempat terjadi kontak senjata. Dalam waktu kurang dari 10 menit, sandera dapat dibebaskan dan dibawa ketempat aman dengan menggunakan mobil dan dikawal dua panser Panhard. Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah mengatakan, ke depan Yonif 403/WP ini akan menjadi batalyon mekanis, sehingga dalam menjalankan tugas-nya mereka juga berfungsi sebagai pasukan pembebasan sandera.
"Nah, tugas semacam ini bukan tidak mungkin ke depan akan dijalaninya," ujarnya. (fid/laz/ong) Editor : Administrator