Bangkit dari Cedera, Daniel Chrismadanu Kejar Mimpi Terakhir Bersama De Britto di DBL 2026

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:41 WIB
Pemain SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Daniel Chrismadanu Daswito.
Pemain SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Daniel Chrismadanu Daswito.

RADAR JOGJA – Ada perjalanan panjang di balik kembalinya Daniel Chrismadanu Daswito ke lapangan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta.

Setelah sempat terpuruk akibat cedera ankle, pemain SMA Kolese De Britto Yogyakarta itu akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan 5-on-5. Lebih dari sekadar comeback, musim ini menjadi kesempatan terakhir Daniel mengenakan seragam De Britto di ajang DBL.

Sebagai siswa kelas XII, Daniel ingin menutup masa sekolahnya dengan sebuah cerita yang berkesan. Namun, perjalanan menuju musim terakhir tersebut tidaklah mudah.

Pada tahun pertamanya, Daniel sebenarnya sudah masuk dalam skuad 5-on-5 De Britto. Namun, namanya tidak lagi tercantum dalam tim pada musim berikutnya.

Situasi semakin berat ketika cedera ankle menghampirinya sekitar satu bulan sebelum DBL 2025. Saat menjalani latihan, kaki Daniel mendarat di atas kaki rekan setimnya. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan cedera pun tidak terhindarkan.

Akibatnya, Daniel harus menepi. Untuk beraktivitas sehari-hari, ia bahkan harus menggunakan tongkat kruk.

Masa tersebut menjadi salah satu periode terberat dalam perjalanan basketnya. Meski demikian, Daniel tidak menghadapinya seorang diri.

Baca Juga: Kembali dari Masa Pensiun, David Silva Perkuat Klub Hong Kong, Supreme Sha Tin

Keluarga dan rekan-rekan setim terus memberikan dukungan. Kedua orangtuanya meminta Daniel tidak terburu-buru kembali bermain dan fokus menjalani proses pemulihan.

Daniel pun memilih tetap dekat dengan tim. Ketika belum mampu mengikuti latihan, ia datang sekadar menyaksikan rekan-rekannya berlatih. Dari pinggir lapangan, ia memberikan dukungan meski dirinya belum bisa ikut berjuang.

Dukungan serupa datang dari rekan-rekan setim. Motivasi dan doa terus diberikan agar Daniel dapat segera pulih dan kembali bermain.

Bagi Daniel, DBL memang memiliki arti khusus. Ketertarikannya terhadap kompetisi basket pelajar tersebut bahkan sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Kala itu, Daniel pernah diajak orangtuanya menyaksikan pertandingan DBL ketika sang kakak bermain. Dari pengalaman tersebut, ia melihat DBL bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Karena itu, cedera tidak ingin dijadikan alasan untuk mengubur mimpinya tampil di DBL.

Bersama pelatih dan rekan-rekannya, Daniel mencari jalan lain agar tetap dapat merasakan atmosfer kompetisi. Ia kemudian membentuk tim 3X3 dan mengikuti AZA 3X3 Competition 2025 D.I. Yogyakarta.

Di saat bersamaan, Daniel menjalani latihan penguatan ankle. Kedua orangtuanya yang bekerja sebagai perawat turut memberikan perhatian terhadap proses pemulihan. Ia juga rutin menjalani fisioterapi untuk membantu mengembalikan kondisi fisiknya.

Kesempatan untuk kembali bertanding akhirnya datang melalui AZA 3X3 Competition 2025 D.I. Yogyakarta.

Hasil pertandingan pertama memang belum sesuai harapan. Tim Daniel harus mengakui keunggulan SMA Al Azhar 9 Yogyakarta dengan skor 4-7.

Namun, hasil tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Bagi Daniel, pertandingan itu menjadi langkah penting untuk kembali membangun kepercayaan diri setelah melewati masa pemulihan.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa keinginan untuk kembali ke lapangan membutuhkan kerja keras dan kegigihan.

Perlahan, perjuangan itu membuahkan hasil.

Daniel akhirnya kembali memperkuat De Britto dalam format 5-on-5 pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta.

Comeback tersebut terasa semakin spesial karena ia kembali menikmati atmosfer yang selama ini dirindukannya. Salah satunya adalah dukungan JB Mania, kelompok suporter De Britto.

Daniel mengaku merindukan suasana tribun, mulai dari koreografi hingga nyanyian para suporter yang mengiringi perjuangan tim di lapangan.

Kini, perjuangan Daniel bersama De Britto belum berakhir.

Baca Juga: Mengenal Ma'nene, Tradisi Unik Toraja untuk Mengenang Leluhur yang Telah Tiada

De Britto berhasil memastikan tiket menuju babak Playoffs setelah meraih kemenangan atas SMAN 2 Ngaglik dengan skor 36-9 dan SMAN 1 Yogyakarta dengan skor 26-21.

Tantangan berikutnya sudah menanti. De Britto kembali akan berhadapan dengan SMA Olifant Yogyakarta, salah satu rival yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi Daniel, Playoffs menjadi kesempatan untuk memberikan sesuatu yang lebih pada musim terakhirnya.

Setelah perjalanan panjang dari cedera, menjalani pemulihan, kembali berlatih hingga akhirnya tampil lagi di lapangan, Daniel kini hanya ingin satu hal: menikmati setiap momen dan membantu De Britto melangkah sejauh mungkin.

Sebab, perjalanan comeback itu sendiri sudah menjadi bagian penting dari cerita terakhirnya bersama De Britto.

Dan kini, cerita tersebut belum selesai.

 

Editor : Bahana.
Honda DBL 2026 basket Yogyakarta Daniel Chrismadanu DBL Jogja De britto