SLEMAN — Suasana AQUA DBL Dance 2026 D. I Yogyakarta mendadak riuh dan mencekam ketika tim dance dari SMA Negeri 1 Sewon unjuk gigi dengan membawakan koreografi berkonsep mistis yang mengakat cerita rakyat lokal.
Tidak sekadar menampilkan gerakan tari modern yang energik, tim ini membawa narasi kebudayaan yang mendalam dan sarat akan unsur mitos Jawa kuno.
Penampilan mereka berhasil mencuri perhatian penonton melalui sajian visual yang dramatis, dipadukan dengan penghayatan karakter para penari yang begitu kuat di atas panggung.
Perwakilan tim dance SMA Negeri 1 Sewon, Nova Faiqotul Lutfiah, mengungkapkan bahwa konsep utama pertunjukan mereka terinspirasi dari legenda sosok Buto penghuni gunung gaib.
Baca Juga: Lestarikan Warisan Leluhur, SMAN 2 Bantul Usung Konsep Permainan Tradisional di GOR UNY
Dalam cerita rakyat tersebut, sosok Buto senantiasa menuntut syarat berupa tumbal dari pasangan pengantin baru agar tidak murka dan tidak mendatangkan bencana bagi warga sekitar.
Reinterpretasi cerita mistis ini kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan tari yang eksplosif, ekspresif, dan sarat akan ketegangan dari awal hingga akhir penampilan.
Demi menyuguhkan penampilan yang spektakuler dan dramatis tersebut, seluruh anggota tim harus melalui proses persiapan yang tidak mudah selama kurang lebih satu setengah hingga dua bulan.
Tak hanya fokus mengasah koreografi dan keselarasan gerak, para siswa juga bekerja keras merancang ide kostum hingga membuat properti panggung secara mandiri di sela-sela jadwal latihan rutin mereka.
Baca Juga: Anggota Komisi C DPRD Sleman Abdul Kadir, Menjaga Eksistensi KWT, Berkembang dan Berkesinambungan
Perjuangan dan dedikasi totalitas tersebut terbayar tuntas.
Yakni ketika mereka sukses menghipnotis seluruh penonton dan menyatukan unsur budaya lokal dengan seni tari modern secara sempurna.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja