Debut Manis Azra, Tripoin di Detik Akhir Bawa Mache Raih Kemenangan

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:50 WIB
Azra Mahesadewa (jersey biru) melepaskan tembakan saat SMAN 5 Yogyakarta mengalahkan SMAN 9 Yogyakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Yogyakarta.
Azra Mahesadewa (jersey biru) melepaskan tembakan saat SMAN 5 Yogyakarta mengalahkan SMAN 9 Yogyakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Yogyakarta.

Azra Mahesadewa langsung menunjukkan peran penting pada pertandingan debutnya bersama SMAN 5 Yogyakarta (Mache) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta.

Tembakan tiga angka yang dilepaskannya pada penghujung pertandingan memastikan Mache meraih kemenangan dramatis atas SMAN 9 Yogyakarta.

Laga yang berlangsung pada Jumat, (25/9), menjadi penampilan perdana Azra di panggung DBL. Debut tersebut terasa semakin istimewa karena Mache menghadapi lawan yang pernah mengalahkan mereka pada musim 2022.

Empat tahun lalu, Mache harus mengakui keunggulan SMAN 9 Yogyakarta dengan skor 18-40. Pertemuan kali ini pun menjadi kesempatan bagi Mache untuk membalas hasil tersebut.

Mache sempat kesulitan mengembangkan permainan pada kuarter pertama. Mereka hanya mampu mencetak satu poin, sementara SMAN 9 Yogyakarta mengoleksi lima poin.

Baca Juga: Tampilkan Kisah Roro Jonggrang, Twirling Bats SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Pukau Penonton

Situasi mulai berubah pada kuarter kedua ketika Mache perlahan menemukan ritme permainan. Meski demikian, SMAN 9 Yogyakarta mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum dengan skor 8-5.

Memasuki kuarter ketiga, pertandingan berjalan semakin sengit. Mache terus berusaha mencari celah di pertahanan lawan. Setelah lebih dari tujuh menit berjuang, Azra akhirnya mencetak tripoin yang membuat kedudukan kembali imbang 8-8.

SMAN 9 Yogyakarta kemudian merespons dengan mencetak enam poin secara beruntun. Namun, Mache tidak membiarkan jarak skor melebar. Perlahan mereka kembali memangkas ketertinggalan hingga hanya tersisa dua angka, 14-16, ketika pertandingan memasuki 38 detik terakhir.

Momentum penentuan terjadi saat Mache menguasai bola dengan waktu tersisa 21 detik. Fitriawan Widiarto Putro memberikan tekanan kepada pertahanan SMAN 9 Yogyakarta sebelum mengirimkan bola kepada Azra yang berdiri bebas di luar garis tiga angka.

Baca Juga: Raih Emas di Atletik, Fabian Dimas Kini Tantang Panggung DBL Bersama Padmawidya

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Azra langsung melepaskan tembakan.

Bola masuk melalui bank shot. Tripoin tersebut sekaligus membawa Mache berbalik unggul 17-16. Keunggulan tipis itu berhasil dipertahankan hingga pertandingan berakhir.

Mache pun menutup laga dengan kemenangan sekaligus menuntaskan misi revans atas SMAN 9 Yogyakarta.

“Senang banget dan bersyukur sebanyak-banyaknya karena Tuhan sudah kasih keberuntungan dan kesehatan. Rasanya bangga juga karena bisa hancurkan streak kekalahan Mache,” ujar Azra.

Azra mencatatkan enam poin melalui dua tripoin pada pertandingan tersebut. Catatan itu menjadikannya sebagai pencetak angka terbanyak Mache dalam laga debutnya.

Baca Juga: Tak Punya Anggaran, Puluhan SPPG di Kulon Progo Tak Pernah Uji Lab Lingkungan

Dukungan kedua orang tuanya yang hadir langsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta turut membuat debut Azra terasa lebih berkesan. Penampilan apiknya di pertandingan pertama sekaligus menjadi momen untuk membuat kedua orang tuanya bangga.

Bagi Azra, tampil di kompetisi DBL bukanlah sesuatu yang baru muncul begitu saja. Ia telah membayangkan kesempatan tersebut sejak masih duduk di bangku SMP.

“Dulu waktu SMP gak sabar banget buat masuk SMA karena bakal ada DBL terus aku udah bayangin bakal wakilin sekolah di turnamen yang famous dan bergengsi banget,” ungkapnya.

Pemain dengan tinggi 167 sentimeter itu juga memiliki target pribadi untuk menunjukkan kemampuan menembak dari luar garis tiga angka.

Kecintaannya terhadap permainan Stephen Curry menjadi salah satu alasan Azra begitu percaya diri dengan kemampuan tersebut.

“Karena dulu suka banget sama Stephen Curry. Alhamdulillah aku bisa dua kali tripoin di DBL hari ini dan bisa buat sekolah menang,” katanya.

Kemenangan tersebut tidak datang secara instan. Azra bersama rekan-rekannya di Mache telah menjalani persiapan panjang sebelum tampil di DBL.

Selain berlatih secara rutin, mereka juga harus membagi waktu antara kegiatan basket dan kewajiban akademik.

Perjuangan tim tidak berhenti pada sesi latihan. Demi mengumpulkan dana untuk mengikuti kompetisi, para pemain Mache turut menjalankan kegiatan berjualan makanan ringan bersama tim dance.

“Kami terus berjualan untuk ngumpulin dana agar bisa main di DBL. Jualan jajanan ringan seperti pisang cokelat, dimsum, udang keju, cireng, dan lain sebagainya. Ada jadwalnya tiap hari jualan apa dan tim dance kita juga ikut jualan,” cerita Azra.

Baca Juga: Chelsea Kena Pukulan Telak dalam Perburuan Manu Kone, Roma Kini Pasang Harga Rp1,7 Triliun

Berbagai usaha tersebut membuat Azra dan rekan-rekannya semakin menghargai kesempatan tampil di DBL. Ia ingin membuktikan bahwa seluruh proses yang telah mereka jalani memberikan hasil yang sepadan.

“Jadi sekarang pengin banget buktiin kalau semua perjuangan itu tidak sia-sia,” tegasnya.

Perjalanan Mache di fase grup masih berlanjut. Azra dan rekan-rekannya dijadwalkan menghadapi SMA Budi Mulia Dua pada 29 September 2026.

Azra berharap debut positif tersebut dapat menjadi awal perjalanan panjang Mache pada musim ini. Ia pun memasang target agar timnya mampu mencapai babak Fantastic Four untuk pertama kalinya.

“Semoga Mache bisa masuk Fantastic Four untuk pertama kalinya,” pungkas Azra.

Editor : Satria Putra Sejati
azra mahesadewa Yogyakarta honda dbl with kopi good day MachE SMAN 5 Yogyakarta