Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Jadi Momentum Kebangkitan Sepak Bola Daerah

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:04 WIB
Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya. Rizky Wahyu/Radar Jogja
Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya. Rizky Wahyu/Radar Jogja 

 

SLEMAN - Kompetisi Seri A Askab PSSI Kabupaten Sleman 2026 resmi bergulir. Ajang yang diikuti delapan tim itu dibuka di Lapangan Jangkang, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Selasa (22/9) sore.

Sebanyak delapan tim yang ambil bagian dalam kompetisi itu yakni AMS Seyegan, MKJ FC, Porab FC, PS Condongcatur, PS Palma, PS Pemda, PS TGP, dan Tunas Ngaglik.

Selain Lapangan Jangkang, pertandingan Kompetisi Seri A Sleman 2026 juga digelar di Lapangan Nogotirto, Gamping. Kompetisi ini menjadi salah satu wadah bagi klub-klub sepak bola di Bumi Sembada untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi pemain.

Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta mengatakan kompetisi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya untuk kembali menggerakkan sepak bola Sleman.

"Kompetisi hari ini bukan sekadar seremonial pembukaan kompetisi. Ini merupakan momentum bangkitnya sepak bola Sleman," kata Deni saat sambutan.

Baca Juga: Kombinasi Angin dan Semak serta Seserah kering, Kebakaran di TNGM Jurang Jero capai Lima Hektare

Deny juga menegaskan, sepak bola Sleman harus terus bergerak dan berkembang dengan tujuan pembinaan yang jelas. Karena itu, Askab Sleman meminta seluruh pemain dan pelatih memanfaatkan kompetisi sebagai ruang untuk berproses dan meningkatkan kemampuan.

"Saya mengajak kepada seluruh peserta, baik pemain maupun pelatih, jadikan kompetisi ini ruang yang nyaman, sarana untuk berproses, berkembang, dan menunjukkan bahwa Sleman punya kualitas," lontarnya.

Deny menilai kompetisi yang berjalan sehat dan kompetitif dapat menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain. Dari kompetisi seperti inilah diharapkan muncul talenta-talenta yang nantinya mampu membawa nama Sleman di level yang lebih tinggi. "Karena dari kompetisi yang sehat, kompetisi yang kuat akan melahirkan pemain-pemain yang hebat," bebernya.

Askab PSSI Sleman, lanjut Deny, berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan sepak bola melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Deny juga mengingatkan seluruh perangkat pertandingan agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme. Sementara kepada para peserta, Deni meminta agar bersama-sama menjaga nama baik sepak bola Sleman selama kompetisi berlangsung. "Untuk seluruh peserta, mari secara bersama-sama menjaga nama baik dan marwah sepak bola Kabupaten Sleman," cetusnya. 

Sementara itu, Ketua KONI Sleman Haris Sutarta menyambut positif bergulirnya Kompetisi Seri A Askab PSSI Kabupaten Sleman 2026. 

Baca Juga: Dampak Musim Kemarau, Damkarmat Kota Jogja Catat Rekor Peningkatan Kasus Kebakaran pada Agustus

Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki peran penting dalam proses pembinaan dan pencarian pemain potensial yang dapat memperkuat sepak bola Sleman.

"Kami atas nama KONI mengucapkan selamat dan terima kasih atas terselenggaranya kompetisi ini. Mudah-mudahan dengan kompetisi yang baik menghasilkan tim yang baik maupun pemain-pemain yang baik," ujarnya. 

Haris menyebut Askab PSSI Sleman merupakan salah satu anggota KONI Sleman yang mendapatkan alokasi anggaran cukup besar. Karena itu, ia berharap dukungan tersebut dapat dipertanggungjawabkan melalui pelaksanaan program pembinaan dan kompetisi secara baik.

Haris menjelaskan, terdapat dua kewajiban utama yang harus dijalankan Askab PSSI Sleman, yakni Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) dan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab). Kompetisi Seri A serta liga kelompok umur menjadi bagian dari pelaksanaan Kejurkab tersebut.

Menurut Haris, pembinaan dari kelompok umur menjadi salah satu fondasi untuk menyiapkan pemain yang nantinya dapat bersaing di level senior.

"Dengan dua hal ini, nanti dimulai dari kompetisi kelompok umur akan menghasilkan bibit-bibit pemain yang baik yang nantinya akan mendukung, bermain di kompetisi Seri A Askab Kabupaten Sleman," jelasnya. 

Lebih jauh Haris berharap proses pembinaan tersebut dapat menjadi persiapan menuju Porda XVIII DIY 2027 di Kulonprogo. Pada Porda XVII di Gunungkidul 2025, cabang sepak bola Sleman berhasil memenuhi target dengan meraih tiga medali emas. 

Haris berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada Porda berikutnya. "Mudah-mudahan pada Porda 18 Kulonprogo nanti dapat membabat habis empat medali emas. Saya kira itu bisa tercapai kalau dipersiapkan dengan baik," tegasnya. 

Karena itu, menurut Haris, pelaksanaan kompetisi saat ini menjadi bagian dari tahap awal persiapan pembentukan tim Sleman yang akan diterjunkan pada Porda 2027 nanti.

Baca Juga: Mars De Britto Iringi Kepergian Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso ke Peristirahatan Terakhir

Sementara, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi agenda Kompetisi Seri A ini. Harapannya kompetisi ini bisa menggugah sepak bola Sleman untuk terus berkembang.

"Mudah-mudahan apa yang digagas oleh teman-teman Askab betul-betul nanti bisa bergulir dengan baik dan berprestasi, menelurkan atlet-atlet sepak bola yang berkualitas dari Kabupaten Sleman," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Jogja
Deny Ardianta Askab PSSI Sleman KONI Harda Kiswaya