Target Emas Porda DIY 2027 Naik, Gunungkidul Bidik 74-78 Medali

Dzika Fajar • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:07 WIB
KIRAB: Maskot Porda 2027 diperlihatkan dalam kirab atlet yang berkeliling di Kota Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
KIRAB: Maskot Porda 2027 diperlihatkan dalam kirab atlet yang berkeliling di Kota Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

GUNUNGKIDUL - Gunungkidul memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-18 dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2027 di Kulon Progo. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul membidik 74 hingga 78 medali emas, naik jauh dibandingkan raihan 52 emas pada Porda sebelumnya.

 

Target tersebut dibarengi perubahan pola pembinaan atlet. KONI mulai menyeleksi dan mematangkan atlet jauh sebelum pelaksanaan Porda melalui program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) Mandiri yang berlangsung Juli hingga Desember 2026.

 

Ketua KONI Gunungkidul Irfan Ratnadi mengatakan, evaluasi Porda 2025 menunjukkan Gunungkidul mengirim 696 atlet. Sebanyak 428 atlet di antaranya berhasil meraih medali.

Baca Juga: Klaim Tak Tahu Jadi Penasihat Yayasan, Kesaksian Dosen UGM Kontradiktif di Sidang Little Aresha

"Untuk tahun 2027, target kami 74 sampai 78 medali emas," katanya.

 

Setelah Puslatkab Mandiri, pembinaan akan berlanjut melalui Puslatkab Inti mulai Januari hingga September 2027. Tahapan tersebut diarahkan untuk menyaring atlet potensial sekaligus mempersiapkan atlet yang diproyeksikan menjadi penyumbang medali.

 

Saat ini terdapat 44 cabang olahraga (cabor) yang dipersiapkan menghadapi Porda dan Peparda. Jumlah tersebut bertambah dengan masuknya cabor Muay Thai dan Sambo.

Baca Juga: Keracunan MBG Terus Berulang, DPRD DIY Usulkan SPPG Dibubarkan, Pengelolaan ke Masing-Masing Sekolah

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas latihan masih menjadi salah satu persoalan yang harus diatasi. Pemkab Gunungkidul mengoptimalkan sejumlah aset daerah sebagai tempat latihan atlet.

 

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Antonius Hary Sukmono mengatakan, sejumlah ruang milik pemerintah daerah telah dimanfaatkan untuk kegiatan latihan. Di antaranya pendopo kantor Disparekrafpora dan lantai tiga gedung bekas Kantor Dinas Peternakan.

 

Fasilitas tersebut digunakan sejumlah cabang olahraga, termasuk atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Kempo, Bridge, dan e-sport.

Baca Juga: Potensi PAD Kebumen Hilang Rp 30 Miliar, 50 Ribu Kendaraan Pelat Kebumen Nunggak Pajak

Persiapan menuju Porda 2027 juga dibarengi kenaikan dukungan anggaran. Hibah untuk KONI pada perubahan APBD 2026 mencapai Rp2,5 miliar. Pemkab merencanakan tambahan Rp4 miliar melalui anggaran murni 2027.

 

Dukungan untuk NPCI juga meningkat. Anggarannya pada 2026 naik dari Rp100 juta menjadi Rp400 juta, dengan rencana tambahan Rp1 miliar pada 2027.

 

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, kenaikan target prestasi tidak cukup hanya mengandalkan persiapan menjelang pertandingan. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak pencarian bibit atlet.

Baca Juga: Korban Keracunan usai Konsumsi MBG di Turi Sleman Tembus 120 Orang, Satu Masih Opname

"Saya membutuhkan dashboard agar Bupati bisa memantau peta pembinaan atlet setiap saat tanpa harus mencari-cari data secara manual. Database ini harus mencakup atlet potensial, yang sudah berprestasi, hingga proyeksi medali," tegas Endah.

 

Menurutnya, pola pembinaan juga perlu diubah. Pengurus cabor tidak seharusnya hanya aktif ketika mendekati event olahraga. Pembinaan atlet, pencarian bibit, administrasi hingga program kerja harus berjalan sepanjang tahun.

 

Endah menilai target prestasi harus dibangun melalui sistem yang terukur, bukan sekadar mengandalkan insting atau persiapan sesaat.(cr1)

Editor : Heru Pratomo
Alun-alun Wonosari Kulon Progo Gunungkidul Porda 2027 haornas