Ondrej Rudzan Mulai Beradaptasi dengan Dutch School ala Van Gastel di PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:43 WIB
RASAKAN PERBEDAAN: Pemain anyar PSIM Ondrej Rudzan (kanan) dibayangi para pemain Persita Tangerang saat laga perdana Super League di SSA Bantul Sabtu (5/9). GUNTUR AGA/RADAR JOGJA
RASAKAN PERBEDAAN: Pemain anyar PSIM Ondrej Rudzan (kanan) dibayangi para pemain Persita Tangerang saat laga perdana Super League di SSA Bantul Sabtu (5/9). GUNTUR AGA/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Pemain anyar PSIM Jogja Ondrej Rudzan mulai merasakan karakter berbeda dalam metode kepelatihan Jean Paul Van Gastel setelah beberapa pekan bergabung bersama tim Laskar Mataram.


Bek asal Republik Ceko ini mengakui pendekatan Van Gastel memiliki perbedaan cukup besar dengan pengalaman yang selama ini ia rasakan ketika berkarier di Eropa. Namun, perbedaan itu tidak lantas membuat Rudzan kesulitan menerimanya.


Sebaliknya, pemain berusia 28 tahun itu memilih membuka diri dan siap adaptasi terhadap pendekatan Van Gastel dan berusaha memahami apa yang diinginkan staf kepelatihan PSIM. "Bagi saya, ada perbedaan besar antara di sini dan Eropa dibandingkan dengan apa yang saya bayangkan," kata Rudzan, Selasa (8/9).

Baca Juga: Jadi Top Skor PSIM Jogja Musim Lalu, Ze Valente Bicara Target: Saya Akan Fokus Bantu Tim


Rudzan menilai proses adaptasi terhadap gaya kepelatihan baru merupakan bagian dari perjalanan seorang pesepak bola ketika berpindah klub maupun negara. Karena itu, ia tidak ingin terlalu cepat memberikan penilaian dan memilih menyesuaikan diri dengan tuntutan Van Gastel.


Menurutnya, hal terpenting adalah memiliki pikiran terbuka serta terus berkembang sesuai dengan kebutuhan tim. Di saat bersamaan, ia juga ingin tetap memberikan karakter permainan yang menjadi kekuatannya.


"Saya ingin terbuka, membuka pikiran, menjadi yang terbaik yang saya bisa, dan berkembang sesuai apa yang diinginkan pelatih dan staf kepelatihan dari saya. Tentu saya juga ingin menambahkan gaya saya sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Musim Berganti, Van Gastel Kembali Ungkap Kryptonite dan PR PSIM, Sulit Bongkar Pertahanan Low Block


Rudzan menyebut pendekatan Van Gastel sebagai bagian dari dutch school atau sekolah sepak bola Belanda. Meski berbeda dari pengalaman sebelumnya di Eropa, ia justru menikmati proses tersebut selama berada di PSIM.


Bagi Rudzan, kesenangan dalam menjalani latihan menjadi bagian penting sebelum menghadapi tuntutan pertandingan resmi. Ia mengaku menikmati sesi latihan sekaligus pertandingan yang telah dijalaninya bersama PSIM.


Dengan proses adaptasi terhadap gaya Van Gastel yang terus berjalan, Rudzan memilih tidak hanya menjadi pemain yang mengikuti instruksi. Ia ingin memahami tuntutan pelatih sekaligus mengembangkan permainannya agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi PSIM sepanjang musim.


"Ini adalah sekolah Belanda bagi saya. Namun, bagi saya latihan dan pertandingan sangat menyenangkan. Saya menikmati dan saya menyukai gaya pelatih," tutur Rudzan. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
BEK PSIM RUDZAN Van Gastel PSIM Jogja