RADAR JOGJA - Polemik unggahan owner apparel lokal RMB Ragil Muhammad Badai yang memplesetkan slogan khas PSIM, Aku Yakin dengan Kamu (AYDK), menjadi "AYoDeK" turut menjadi bahan evaluasi klub dalam menentukan apparel untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027.
RMB yang merupakan apparel asal Jombang sebelumnya disebut-sebut akan menjadi apparel PSIM musim depan. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari manajemen PSIM mengenai kepastian kerja sama tersebut.
Polemik itu mencuat setelah unggahan Ragil menuai sorotan dari suporter PSIM. Ragil kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa unggahan tersebut tidak pantas karena AYDK memiliki makna penting bagi identitas PSIM.
Baca Juga: Utak-atik selama Pramusim, Van Gastel Masih Beri Kesempatan bagi Semua Pemain
Perkembangan terbaru, manajemen PSIM menegaskan proses pemilihan apparel untuk musim 2026/2027 memang masih berlangsung. Klub belum mengunci satu brand tertentu dan masih mempertimbangkan berbagai tawaran yang masuk.
Manager PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, manajemen tidak hanya melihat satu opsi dalam menentukan apparel. Brand lokal maupun internasional sama-sama masih terbuka untuk dipertimbangkan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Atmosfer, Kehadiran Suporter Turut Jadi Kunci Finansial PSIM di Super League
"Yang pasti sih kita mempertimbangkan semua. Tawaran pun masuk kan juga sebenarnya macam-macam. Jadi tinggal nanti disesuaikan finalisasi," kata Iksan, Selasa (11/8).
Menurut Iksan, proses tersebut masih membutuhkan koordinasi antara tim PSIM dengan headquarter klub di Jakarta. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan brand mana yang akan dipilih.
Ia juga menegaskan, banyaknya tawaran apparel yang masuk membuat klub perlu melakukan proses kurasi. Pertimbangannya bukan hanya mengenai nama brand, tetapi juga kemampuan memenuhi kebutuhan klub secara keseluruhan.
"Banyak sebenarnya apparel yang masuk. Jadi memang akhirnya dikurasi oleh tim. Karena beberapa penilaian itu tadi. Satu soal kesanggupan mereka, karena kebutuhan kita juga enggak cuma di tim utama, ada tim EPA, segala macam," ujarnya.
Baca Juga: Buntut Polemik Jersey RMB, Manajemen PSIM Jogja Evaluasi dan Belum Tentukan Apparel Resmi
Selain kemampuan produksi, kualitas kain dan bahan juga menjadi perhatian. PSIM bahkan mencermati perkembangan tren apparel sepak bola yang kini banyak menggunakan material dengan model jacquard.
Di sisi lain, klub turut mempertimbangkan masukan dari pelatih dan pemain. Hal itu dinilai penting karena apparel nantinya tidak hanya digunakan dalam pertandingan, tetapi juga pada sesi latihan.
Baca Juga: PSIM Jogja Uji Lampu Baru di Stadion Sultan Agung, Siap Sambut Super League 2026/2027
"Begitu pun kita dengar masukan dari pelatih, terutama pemain. Karena kemarin dalam proses bahan pun juga kita bisa pertimbangkan dari pemain. Karena mereka kan yang menggunakan pada akhirnya, di pertandingan dan di latihan," jelas Iksan.
Proses tersebut juga tidak terlepas dari evaluasi PSIM terhadap pengelolaan apparel pada musim-musim sebelumnya. Masukan suporter menjadi salah satu pertimbangan yang kini coba lebih diperhatikan manajemen.
Baca Juga: Sosok Ragil Muhammad Badai: Pemilik RMB Apparel di Tengah Kontroversi Slogan PSIM Jogja
Iksan menyebut suporter memiliki posisi penting dalam pengambilan keputusan klub, termasuk terkait apparel. Sebab, di luar fungsi sebagai identitas tim, apparel juga berkaitan langsung dengan merchandise yang menjadi salah satu sumber pemasukan PSIM.
"Masukan dari teman-teman suporter, yang kita tahu suporter sebenarnya pasar kita. Mau enggak mau apa pun situasinya. Dan itu yang tentu jadi masukan kita dari semusim atau dua musim lalu itu coba kita benar-benar benahi di musim ini," tuturnya.
Baca Juga: Laga Perdana PSIM Jogja di Super League Bertepatan HUT ke-97, Manajemen Siapkan Experience Khusus
Menurut Iksan, pembenahan apparel tidak bisa dilepaskan dari kepentingan bisnis klub. Produk apparel nantinya menjadi bagian dari merchandise yang memiliki kontribusi terhadap pemasukan PSIM.
"Terutama terkait apparel dan itu kan juga kaitannya pada merchandise yang jadi, ya secara jujur jadi salah satu pemasukan utama buat klub," ungkapnya.
Karena itu, manajemen kini tidak hanya mempertimbangkan kedekatan sebuah brand dengan PSIM. Kemampuan produksi, kualitas bahan, kebutuhan seluruh tim, masukan pemain dan pelatih, hingga respons pasar suporter menjadi bagian dari proses evaluasi.
Baca Juga: Dari Adaptasi hingga Ban Kapten, Babak Baru Franco Ramos Mingo Bersama PSIM Jogja di Musim Kedua
Meski demikian, Iksan belum dapat memastikan kapan keputusan final mengenai apparel akan diumumkan. Ia mengatakan pengenalan apparel baru kemungkinan dilakukan bersamaan launching PSIM yang diproyeksikan berlangsung pada akhir Agustus.
"Yang pasti nanti launching day-lah yang pasti, di hari H itu yang benar-benar akan kita tampilkan nanti," tegasnya. (iza/laz)
Sumber : Radar Jogja