JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel mengakui saat ini belum mengunci komposisi starting XI untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Memasuki pekan-pekan akhir persiapan pramusim, seluruh pemain masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan merebut tempat di tim utama.
Van Gastel sengaja memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk tampil dalam rangkaian latihan maupun pertandingan uji coba di pra-musim. Langkah itu dilakukan agar dirinya memiliki gambaran lebih lengkap sebelum menentukan 11 pemain yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan tim.
Baca Juga: Bantul Konser 2026 di Stadion Sultan Agung Sisakan Dua Ton Sampah
"Yang jelas, saya ingin melihat cara bermain yang kami inginkan, tapi juga hubungan antarpemain. Siapa yang benar-benar cocok dengan cara bermain kami. Saya harus melihat mereka semua dan memberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan," kata Van Gastel, Selasa (11/8).
Menurut pelatih asal Belanda itu, proses tersebut penting agar keputusan mengenai starting XI dapat dibuat secara objektif. Terlebih, PSIM kini memiliki sejumlah pemain baru yang harus beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan.
Karena itu, Van Gastel belum ingin terburu-buru menetapkan susunan pemain utama. Baginya, masa pra-musim bukan hanya tentang menentukan hasil pertandingan, melainkan periode untuk melihat kecocokan antarpemain sekaligus membangun fondasi tim.
Baca Juga: Serikat Warga Adukan Ketidakjelasan Proposal Danais, ORI DIY Arahkan Keterbukaan Mekanisme ke KID
"Kemudian dari proses ini saya bisa membuat keputusan yang jujur mengenai siapa yang akan menjadi 11 pemain utama," ujarnya.
PSIM sendiri terus meningkatkan level pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Setelah menghadapi lawan-lawan dengan level yang relatif lebih ringan, Laskar Mataram mulai mengagendakan pertandingan menghadapi tim dengan kualitas persaingan lebih tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Van Gastel mengukur kesiapan fisik maupun taktik tim.
Van Gastel mengakui pertandingan berikutnya akan menjadi salah satu tolok ukur penting. Terutama untuk melihat sejauh mana kondisi fisik pemain setelah menjalani persiapan selama beberapa pekan.
"Sejauh ini lawan yang kami hadapi tidak terlalu sulit. Jadi, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian pertama bagi saya untuk melihat di mana posisi kami, terutama secara fisik," ungkapnya.
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Bangun Tim yang Kompetitif
Meski demikian, Van Gastel menegaskan hasil pertandingan pramusim bukan parameter utama dalam menentukan keberhasilan persiapan PSIM. Ia justru lebih memperhatikan chemistry antarpemain, kondisi fisik, pemahaman terhadap cara bermain, serta budaya yang ingin dibangun di dalam tim.
"Bagi saya, pramusim tidak terlalu penting jika lihat hasilnya. Yang lebih penting adalah chemistry antarpemain, kondisi fisik, cara kami bermain," jelasnya.
Hal itu juga menjadi bagian dari evaluasi Van Gastel terhadap skuad PSIM musim ini. Ia ingin memastikan pemain yang nantinya masuk starting XI bukan hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga mampu menjalankan peran dalam sistem permainan secara kolektif.
Dengan waktu persiapan yang masih berjalan, persaingan untuk mendapatkan tempat di 11 utama pun masih terbuka. Van Gastel memilih menggunakan seluruh masa pramusim untuk mengamati pemain sebelum akhirnya mengambil keputusan final. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja