Siap Jalani Musim Kedua di PSIM Jogja, Jean Paul Van Gastel: Bertahan Dulu, Baru Bicara Prestasi

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:26 WIB
BEREFEK: Suasana Stadion Mandala Krida, Jogja (17/7/2026). Pelatih PSIM Van Gastel menyayangkan terjadinya kasus korupsi Mandala Krida karena berdampak tidak bisanya PSIM main di kandang sendiri. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
BEREFEK: Suasana Stadion Mandala Krida, Jogja (17/7/2026). Pelatih PSIM Van Gastel menyayangkan terjadinya kasus korupsi Mandala Krida karena berdampak tidak bisanya PSIM main di kandang sendiri. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Memasuki musim keduanya bersama PSIM Jogja, Pelatih Jean Paul van Gastel memilih pendekatan yang realistis dalam membangun performa Laskar Mataram untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027. 


Pelatih asal Belanda itu menegaskan, tidak ingin terburu-buru membebani tim dengan target tinggi. Baginya, memastikan PSIM bertahan di kasta tertinggi menjadi fondasi sebelum berbicara mengenai prestasi yang lebih baik.

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Sayangkan Korupsi Stadion Mandala Krida; Kita Semua Korban Paling Nyata


Van Gastel mengatakan, terdapat dua target besar yang diusung PSIM pada BRI Super League 2026/2027. Namun, kedua target tersebut harus dicapai secara bertahap.


"Ada dua hal yang berbeda. Target utama tidak terdegradasi. Setelah itu, baru kami punya ambisi untuk tampil lebih baik dibanding musim lalu," ujarnya, Senin (27/7).


Mantan asisten pelatih Feyenoord itu menilai langkah pertama yang harus dilakukan tim adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Setelah posisi PSIM aman, barulah tim bisa mengarahkan fokus untuk memperbaiki pencapaian musim lalu.

Baca Juga: Nasib Nermin Haljeta Masih Menggantung, PSIM Jogja Akui Masih Buka Proses Negosiasi


Van Gastel menilai target realistis itu dipengaruhi meningkatnya kualitas persaingan di BRI Super League musim ini. Menurutnya, kompetisi bakal jauh lebih ketat dibandingkan musim lalu, terutama karena banyak tim promosi memiliki kekuatan finansial yang lebih baik.


Kondisi ini membuat klub-klub promosi mampu lebih leluasa mendatangkan pemain berkualitas, sehingga peta persaingan diperkirakan semakin merata. "Saya pikir liga musim ini jauh lebih kuat dan kompetitif dibandingkan musim lalu," ungkapnya.


Dengan situasi tersebut, Van Gastel menegaskan PSIM tidak boleh kehilangan fokus terhadap target utama. Ia menilai bertahan di kasta tertinggi merupakan pijakan penting sebelum tim memasang ambisi yang lebih besar pada musim-musim berikutnya. "Mari kita fokus terlebih dahulu untuk memastikan tetap bertahan di kasta tertinggi," tegasnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
kekuatan finansial Van Gastel PSIM feyenoord pelatih