PSIM Jogja Tak Muluk Tatap Musim Kedua di Super League, Yuliana Tasno; Kalau Bisa seperti Musim Lalu Saya Sudah Bersyukur

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:33 WIB
Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno
Yuliana Tasno Direktur Utama PSIM Jogja. GUNTUR AGA/RADAR JOGJA 

 

JOGJA - PSIM Jogja memilih bersikap realistis dalam menatap kompetisi BRI Super League 2026/2027. Setelah mampu menutup musim debutnya di kasta tertinggi dengan finis di peringkat ke-11 pada musim lalu, manajemen Laskar Mataram belum memasang target yang terlalu tinggi pada musim ini.

 

Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengatakan, jika timnya bisa mengulang pencapaian musim lalu, hal tersebut menjadi hasil yang patut disyukuri. Menurutnya, di konteks dan situasi PSIM saat ini, menargetkan diri seperti menembus lima besar tidak cukup realistis, karena membutuhkan dukungan anggaran hingga ekosistem klub yang jauh lebih besar, sementara PSIM masih terus membangun fondasi klub sebagai tim yang baru menjalani musim kedua di kompetisi tertinggi.

Baca Juga: PSIM Jogja Tak Muluk Tatap Musim Kedua di Super League, Yuliana Tasno: Kalau Bisa Seperti Musim Lalu Saya Sudah Bersyukur


"Kalau dikasih sama Tuhan besok itu kita seperti kemarin saja, saya sudah bersyukur. Karena kalau misal bicara target harus lima besar, itu bicara budget yang sangat besar," ujarnya, Rabu (22/7).


Pada Super League 2025/2026 lalu bisa dikatakan PSIM tampil cukup kompetitif sebagai tim promosi. Laskar Mataram mengakhiri musim di posisi ke-11 klasemen akhir dengan koleksi 45 poin dari 34 pertandingan. Raihan itu bahkan hanya kalah selisih peringkat dari tim Persita Tangerang di posisi ke-10 yang mengumpulkan poin sama. 


Perempuan yang kerap disapa Ci Liana itu menilai kondisi itu menjadi pijakan realistis bagi PSIM. Selain masih beradaptasi dengan tuntutan kompetisi kasta tertinggi, klub juga masih harus memenuhi berbagai standar infrastruktur dan operasional yang menyedot anggaran cukup besar.

Baca Juga: Erwan Kembali, Wendy Tak Lagi Panpel, PSIM Jogja Gandeng Mantan Wartawan hingga Sekretaris Timnas


"Lain ceritanya kalau infrastruktur kita sudah memadai, stadion selalu penuh, revenue juga besar. Mungkin kita bisa bicara target yang lebih tinggi. Tapi kita tahu diri, kita klub yang baru promosi dan masih belajar mengelola klub Liga 1,"  katanya.


Meski demikian, Liana tetap berharap agar PSIM mampu menunjukkan peningkatan performa. Jika mampu menembus 10 besar pada akhir musim, ia menganggapnya sebagai pencapaian yang patut disyukuri.


"Prinsipnya harus good, better, best. Jadi kalau misalnya kita bisa masuk 10 besar, puji Tuhan, dan akan bersyukur sekali," ucapnya.


Lebih lanjut ia juga menegaskan manajemen harus menjaga keseimbangan antara ambisi prestasi dan kondisi keuangan klub. Menurutnya, memaksakan target tinggi tanpa perhitungan justru berisiko terhadap keberlangsungan PSIM.


"Jangan sampai donatur saya kapok karena minta budget besar, sementara kita juga baru belajar. Yang penting PSIM terus berkembang dan bisa bertahan di Super League untuk jangka panjang," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
stadion kompetitif Laskar Mataram Yuliana Tasno PSIM Jogja