Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Terseok-seok di Putaran Kedua, Yuliana Tasno: Banyak Faktor Non-teknis yang Harus Diurusi

Fahmi Fahriza • Minggu, 26 April 2026 | 21:45 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno

 

JOGJA - Langkah PSIM Jogja di putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026 kian terseok-seok. Tim berjuluk Laskar Mataram ini seolah kehilangan tajinya dan terus dihantui tren negatif yang tak kunjung usai.

​Bagaimana tidak, dari 12 laga yang telah dijalani pada putaran kedua, PSIM baru mencicipi satu kali kemenangan. Selebihnya, performa tim besutan Jean-Paul van Gastel hanya berakhir imbang atau justru terkapar kalah.

​Berdasarkan statistik hingga pekan ke-29, tim yang berdiri sejak 5 September 1929 ini mencatatkan rekor lima kali kekalahan, enam kali seri, dan hanya satu kali menang. Hasil minor ini memaksa PSIM tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan raihan 39 poin.

Baca Juga: PSIM Goes to Campus di UI, Industri Olahraga Butuh Talenta di Luar Lapangan

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengaku tak menampik kondisi sulit yang tengah mendera timnya. Baginya, mengelola klub di level Liga 1 ternyata jauh lebih kompleks dibandingkan apa yang terlihat dari permukaan. 

"Banyak faktor non-teknis yang harus diurus oleh klub. Bukan hanya pemain di lapangan, tapi tim supporting di balik layar juga harus bekerja keras," katanya, Minggu (26/4).

Bukan tanpa alasan Yuliana berujar demikian. Sebab, status PSIM sebagai tim debutan di Super League musim ini juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak aspek yang harus disesuaikan secara cepat. Mulai urusan teknis seperti pencahayaan lampu stadion hingga urusan administratif seperti club licensing.

Baca Juga: Torehan 39 Poin Belum Menjamin Posisi Aman, Franco Ramos Ingatkan PSIM Usai Rentetan Hasil Minor

Meski begitu, wanita yang akrab disapa Liana ini mengaku sedih jika di putaran kedua PSIM baru mendapatkan satu kali kemenangan.

"Ya pasti, pasti kami semua prihatinlah. Pasti, saya merasakan itu. Bisa jadi aja misalnya kami diberi seperti ini, supaya menyadarkan semua untuk kami belum ada di aman-aman banget," lontarnya. 

Oleh karena itu, ke depan ia ingin seluruh elemen yang ada di PSIM bekerja keras dan tidak boleh bermalas-malasan. Seluruh pihak harus memikirkan tentang tim kebanggaan masyarakat Jogja ini. "Tapi kalau Tuhan memberi seperti ini, ya berarti ini yang terbaik buat PSIM," tandasnya. (ayu/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#jean-paul van gastel #Laskar Mataram #Yuliana Tasno #Liga 1 #PSIM Jogja