Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Akui Masih Buntu Lawan Pertahanan Rapat, Van Gastel: Ini Masalah Semua Tim

Fahmi Fahriza • Selasa, 21 April 2026 | 20:57 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyoroti kesulitan timnya dalam menghadapi lawan dengan skema bertahan dalam atau low block,. Hal itu dinilainya sebagai salah satu tantangan paling kompleks dalam sepak bola modern.

Menurut Van Gastel, pola permainan bertahan rapat membuat ruang antarlini menjadi sangat sempit. Sehingga menyulitkan tim untuk mengembangkan serangan dan menciptakan peluang bersih.

Ia menegaskan, kondisi itu memang jadi persoalan besar yang harus dihadapi timnya. Namun demikian ia juga menyadari bukan hanya dialami PSIM tetapi juga menjadi persoalan umum yang dihadapi banyak tim di berbagai level kompetisi.

Baca Juga: The Maident Kritik Keras Pemindahan Venue PSIM Jogja vs Persija Jakarta ke Bali, Soroti Kinerja Panpel dan Izin Polisi

"Ini masalah untuk setiap tim. Saya dengar pelatih Liverpool juga mengatakan hal yang sama, kalau menghadapi tim dengan low block itu sulit," ujar Van Gastel, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, perbandingan itu menunjukkan kesulitan membongkar pertahanan rapat bukan semata-mata karena kualitas tim. Melainkan karakter permainan itu sendiri yang memang menuntut kesabaran, ketelitian, dan eksekusi yang sangat presisi.

"Kalau tim seperti Liverpool saja mengalami kesulitan, lalu sekarang kita bicara PSIM di Liga Indonesia, tentu ini hal yang sama bagi semua tim," lanjutnya.

Meski begitu, Van Gastel tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya sendiri. Ia menilai masih ada aspek krusial yang harus diperbaiki, terutama dalam hal fokus dan pengambilan keputusan di area sepertiga akhir lapangan.

Menurutnya, situasi melawan low block justru menuntut tingkat konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan pertandingan biasa. "Kami membuat keputusan yang salah karena kami tidak cukup fokus. Itu juga bagian dari karakter kami yang terlalu santai dan harus diubah," tegasnya.

Baca Juga: Pemindahan Venue PSIM  Jogja vs Persija Jakarta ke Bali Picu Dampak Berlapis, dari Teknis hingga Ekonomi Lokal

Selain itu, pelatih asal Belanda ini menjelaskan, proses memperbaiki masalah tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Tim pelatih terus berupaya mengidentifikasi kelemahan melalui evaluasi pertandingan, kemudian menerjemahkan ke dalam sesi latihan agar para pemain mampu mengenali situasi serupa di lapangan.

"Saya selalu menunjukkan apa yang bisa kami perbaiki, dan kami coba memasukkan itu ke latihan. Agar pemain bisa mengenali situasi dan membuat keputusan yang tepat," jelas Van Gastel.

Namun demikian ia mengakui aspek itu merupakan bagian paling kompleks dalam permainan sepak bola. Tidak hanya berkaitan dengan taktik, tetapi juga pemahaman situasi dan eksekusi individu di momen krusial.

"Ini situasi yang sangat kompleks. Tidak hanya kami, banyak tim juga kesulitan di bagian ini," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#liverpool #low block #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja