JOGJA - Padatnya jadwal pertandingan yang dihadapi PSIM Jogja dalam sepekan terakhir menuntut para pemain menjaga kondisi fisik secara ekstra. Setelah melakoni laga tandang melawan Bhayangkara FC pada Jumat (17/4) lalu, Laskar Mataram sudah harus kembali bersiap menghadapi Persija Jakarta pada Rabu (22/4) dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League musim 2025/2026.
Situasi ini membuat proses pemulihan atau recovery menjadi aspek krusial, terutama bagi pemain yang mendapatkan menit bermain tinggi. Bek PSIM Andy Setyo menilai disiplin individu menjadi kunci utama agar performa tetap terjaga di tengah jadwal yang padat.
"Untuk maintenance fisik, pertama tetap ikuti arahan dari pelatih. Kedua, dari diri sendiri jaga pola makan sama istirahat yang cukup," ujar Andy, Senin (20/4).
Ia menegaskan, instruksi dari tim pelatih memang menjadi fondasi utama. Namun tanpa kesadaran pribadi, kondisi pemain akan sulit dijaga secara optimal. Terlebih, jeda antarpertandingan yang singkat membuat tubuh harus cepat beradaptasi.
"Kalau jadwal padat seperti ini, pemain harus pintar jaga kondisi. Istirahat itu penting, pola makan juga dijaga. Itu sangat ngaruh ke performa di pertandingan berikutnya," tambahnya.
Selain mengandalkan program tim, Andy juga mengaku rutin melakukan latihan tambahan secara mandiri untuk menjaga kebugaran dan kekuatan fisiknya. Ia tetap menyempatkan diri menjalani sesi gym meski tanpa pendampingan personal trainer.
"Kalau ke gym pasti ada. Itu rutin. Dari pengalaman sebelumnya, dari pelatih-pelatih di gym, itu yang saya lakukan sendiri sekarang," jelasnya.
Dengan jadwal yang terus berdekatan, pemain berusia 27 tahun itu menilai konsistensi dalam menjaga tubuh menjadi pembeda utama. Ia berharap seluruh pemain PSIM mampu melalui fase krusial dengan kondisi tetap prima, sehingga tim bisa meraih hasil maksimal dalam dua laga penting itu.
"Saya tidak ada personal trainer, tapi kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi tinggal dijaga konsistensinya saja," paparnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun