JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan timnya tetap memiliki motivasi tinggi meski berada dalam tren negatif di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Ia menilai, posisi PSIM saat ini belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
"Beberapa pertandingan hasilnya tidak sesuai yang kami inginkan. Tapi saya rasa tim saya tidak kurang motivasi karena kami memang masih belum aman," ujar Van Gastel, Minggu (19/4).
Penegasan itu muncul di tengah sorotan terhadap performa Laskar Mataram yang menurun dibandingkan putaran pertama. Setelah sempat tampil impresif di paruh awal musim, performa PSIM di putaran kedua belum mampu menjaga konsistensi.
Baca Juga: Tidak Dapat Menyaksikan PSIM Menjamu Persija di SSA, Suporter: Kecewa!
Bahkan dalam tiga pertandingan terakhir, PSIM harus menelan tiga kekalahan beruntun. Takluk 1-0 dari Dewa United, serta kalah dengan skor identik 2-1 saat menghadapi PSM Makassar dan Bhayangkara FC.
Rangkaian hasil ini semakin menegaskan tren performa tim belum sepenuhnya stabil. "Poin yang bisa didapat lawan masih bisa mencapai atau menyamai jumlah poin kami. Jadi kami masih belum aman dan kami menyadari itu," katanya.
Van Gastel sendiri mengakui, salah satu persoalan utama timnya terletak pada efektivitas di lini depan dalam menyelesaikan peluang. PSIM dinilai masih kesulitan mengonversi peluang menjadi gol, meski mampu menciptakan sejumlah kesempatan di setiap pertandingan.
"Kami punya kekurangan dalam kemampuan mencetak gol. Kami butuh banyak energi untuk membuat peluang itu sendiri," tegasnya.
Masalah itu turut berdampak pada banyaknya hasil imbang yang diraih PSIM sepanjang musim, yang pada akhirnya membuat perolehan poin tidak maksimal. Dari 28 pertandingan, anak asuh Jogja total mendapat 11 kali hasil imbang.
Jumlah itu juga menjadi yang paling banyak di antara klub-klub lainnya. Dalam situasi kompetisi yang ketat, kegagalan mengamankan kemenangan menjadi faktor krusial dalam posisi klasemen.
Meski demikian, Van Gastel menilai performa timnya secara keseluruhan tidak sepenuhnya buruk. Ia menyebut PSIM kemungkinan sempat tampil melampaui ekspektasi pada putaran pertama, sehingga penurunan di paruh kedua terasa lebih signifikan.
Di tengah tekanan itu, PSIM juga dihadapkan pada jadwal yang tidak ringan. Setelah rangkaian hasil negatif, mereka akan menjalani laga berat menghadapi Persija Jakarta, Rabu (22/4) mendatang.
Van Gastel pun menegaskan, fokus tim tetap sama sejak awal musim yakni mengamankan posisi di liga dengan meraih kemenangan di setiap pertandingan. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun