Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dirtek PSS Sleman Pieter Huistra Jawab Kenapa Selalu Pasang M. Kanu dan Saiful Djoge dalam Pertandingan

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 14 April 2026 | 17:57 WIB
 Pieter Huistra Direktur Teknik PSS Sleman
Pieter Huistra Direktur Teknik PSS Sleman

 

SLEMAN - Performa PSS Sleman tengah menjadi sorotan suporter usai kalah 0-1 dari Barito Putera FC di pekan ke-24 kompetisi Championship 2025/2026 lalu. Para suporter menilai sisi kanan pertahanan Laskar Sembada menjadi titik paling krusial yang sejauh ini gagal membendung gempuran lawan.

Dalam laga di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (11/4) malam lalu, performa Saiful Djoge dan M. Kanu yang mengisi pos bek kanan menjadi sasaran kritik.

Para suporter menyayangkan hilangnya momentum penjagaan M. Kanu di babak kedua, yang membiarkan Ezekiel Stewart mengirimkan assist penentu kemenangan Barito Putera FC.

Padalah pada momentum saat itu, PSS bisa bermain imbang dengan Laskar Antasari. Tapi M. Kanu dinilai membuat kesalahan fatal. Menurut para suporter, M. Kanu bisa saja membuat pelanggaran dengan menghentikan laju Ezekiel Stewart.

Akan tetapi mantan pemain Persis Solo itu hanya membayangi saja dan akhirnya kalah sprint yang berujung gol satu-satunya tuan rumah. 

Baca Juga: Pieter Huista Akui Mental PSS Sleman Drop usai Kalah dari Barito Putera FC; Kini Harus Berjuang Mati-matian

Hal itu tentu saja memicu kekecewaan para suporter. Mereka menayakan keseriusan tim pelatih dalam menentukan pemain di dalam skuadnya. Mengingat tim kebanggaan warga Sleman ini sejatinya masih memiliki opsi lain di posisi itu seperti Muhammad Fariz dan Nuri Fasya.

Menanggapi hal ini, Direktur Teknik PSS Pieter Huistra langsung angkat bicara. Menurutnya, keputusan tim pelatih selalu memasang Saiful dan Kanu di posisi bek kanan didasari oleh performa mereka saat sesi latihan.

"Saya pikir Saiful bermain cukup baik kemarin, meskipun dia sempat kelelahan. Kanu juga kurang beruntung di beberapa momen, padahal biasanya dia bermain bagus dalam beberapa minggu terakhir," jelasnya, Selasa (14/4).

Meski begitu, pria asal Belanda ini tetap mengakui posisi bek kanan di timnya memang sejauh ini menjadi area yang paling riskan. Sehingga tim pelatih juga sering mengutak-atik posisi itu demi mencari komposisi terbaik.

"Banyak pemain telah mencoba posisi itu. Untuk pertandingan berikutnya, performa di sana harus lebih baik," lontarnya.

Baca Juga: Claudio Mutzi Ingin Bawa PSS ke Super League, Berharap Siapa pun Yang Bertanding Harus Bermain dengan Hati dan Jiwa Petarung

Selain itu, saat disinggung mengenai kondisi Nuri Fasya dan Muhammad Fariz yang jarang dimainkan, Huistra menyatakan bahwa kedua pemain tersebut sedang melewati musim yang sulit usai mengalami cedera.

Namun, lanjut Huistra, saat ini kedua pemain itu sudah mengikuti sebagian besar sesi latihan. Akan tetapi, baik Fariz atau Nuri belum memiliki ritme bertanding, karena jarang bermain akibat cedera tersebut.

"Kami lihat saja minggu ini. Pada prinsipnya mereka juga kandidat untuk posisi bek kanan, asalkan mereka sudah benar-benar fit secara fisik," tegasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Saiful Djoge #PSS Sleman #pieter huistra #Barito Putera #M. Kanu