JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel membawa pendekatan berbeda dalam membangun kebugaran pemainnya. Alih-alih mengandalkan latihan fisik konvensional yang identik dengan lari tanpa bola, pelatih asal Belanda itu memilih menggabungkan aspek fisik dengan permainan.
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Van Gastel yang besar dalam kultur sepak bola Belanda, dikenal dengan filosofi permainan yang menekankan efisiensi gerak, penguasaan bola tinggi, dan keterlibatan aktif seluruh pemain dalam setiap fase permainan, sebuah prinsip yang berakar dari tradisi Total Football.
Dalam sesi latihan pascajeda kompetisi, ia menegaskan, aspek fisik tetap menjadi perhatian, namun tidak dilakukan secara terpisah dari konteks permainan.
"Saya pelatih yang tidak suka membiarkan pemain berlari tanpa bola. Jadi latihan fisik saya selalu menggunakan bola. Itu yang selalu kami lakukan," ujar Van Gastel, Selasa (7/4).
Baca Juga: Update Cedera Pemain PSIM: Kondisi Anton Fase Makin Membaik, Rahmatsho Sudah Kembali Latihan
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menjaga kebugaran pemain, tetapi juga mempertajam pemahaman taktik secara bersamaan. Dengan demikian, setiap sesi latihan memiliki relevansi langsung dengan situasi pertandingan.
Filosofi ini sejalan dengan gaya sepak bola modern Belanda yang mengedepankan intensitas tinggi tanpa mengorbankan kualitas teknik para pemain. "Dalam sistem itu, pemain dituntut tetap aktif, bergerak dinamis, sekaligus terlibat di pengambilan keputusan saat menguasai bola," ulasnya.
Di PSIM, pendekatan ini mulai terlihat dalam pola latihan yang menekankan prinsip menyerang dan bertahan secara bersamaan. Van Gastel menyebut, semua sesi latihan yang ia rancang selalu mengandung dua aspek itu sebagai fondasi permainan tim.
"Kami bekerja pada prinsip-prinsip bertahan dan menyerang. Itu ada di semua latihan kami. Saya ingin pemain tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga paham bagaimana kami ingin bermain," tegas Van Gastel. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun