JOGJA - Ramadan tahun ini menjadi momen spesial bagi pemain muslim PSIM Jogja asal Tajikistan Rahmatsho Rahmatzoda. Memasuki musim keduanya berkarier di Indonesia (setelah sebelumnya memperkuat Persijap Jepara), ia mengaku semakin nyaman menjalani kehidupan dan ibadah di Tanah Air bersama Laskar Mataram.
Rahmatsho bahkan tak ragu mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya terhadap Indonesia. "Semua sangat positif. Saya sangat jatuh cinta dengan negara ini. Saya menyukai semua dan ingin tinggal di sini untuk waktu yang sangat lama. Saya pikir Ramadan adalah bulan suci yang sama di mana pun," ujarnya, Senin (23/2).
Menurutnya, secara esensi tak ada perbedaan berarti antara Ramadan yang dijalaninya di Indonesia maupun di Tajikistan. Nilai spiritualnya tetap sama. Namun, ada satu hal yang membuat suasana terasa berbeda.
"Tidak ada yang terlalu berbeda. Hanya saja, ketika menjalani bulan seperti ini bersama keluarga dan teman-teman, rasanya sangat baik," katanya.
Kerinduan kepada keluarga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi pemain asing itu. Meski begitu, ia memahami pengorbanan adalah bagian dari perjalanan kariernya sebagai pemain sepak bola profesional.
"Tentu sulit karena keluarga saya sangat jauh. Saya sangat ingin menghabiskan hari-hari seperti ini bersama keluarga. Tapi sepak bola adalah bagian dari hidup saya, dan saya harus berkorban demi sepak bola," ungkapnya.
Di sisi lain, pemain berusia 21 tahun ini justru merasakan dampak positif secara fisik selama menjalani ibadah puasa. Ia menegaskan, latihan dan pertandingan tidak menjadi beban baginya.
"Tidak sulit sama sekali. Justru di bulan ini saya merasa mendapat lebih banyak energi dan kekuatan. Ramadan sangat penting bagi saya," ujarnya.
Di sisi lain, untuk tetap menjaga kebugarannya ia mengandalkan pengaturan pola makan sederhana saat sahur dan berbuka puasa.
"Saya makan saat sahur dan kemudian saat berbuka. Di periode itu saya merasa punya lebih banyak tenaga dan energi," jelasnya.
Soal menu favoritnya, Rahmatsho mengaku tidak pilih-pilih. Ia menikmati hampir seluruh hidangan yang tersedia di Indonesia.
"Saya suka makanan yang enak dan pada dasarnya semua makanan di sini sama lezatnya seperti di rumah. Jadi saya makan semuanya," tuturnya.
Rahmatsho sendiri turut menyampaikan apresiasi khusus kepada para suporter PSIM yang tetap setia mendukung tim selama Ramadan.
"Terima kasih sebesar-besarnya karena selalu mendukung kami, terutama di bulan seperti ini. Semoga Allah menerima semua puasa kita dan meridhoi kita semua. Saya sangat mencintai kalian," lontarnya. (laz)