JOGJA - PSIM Jogja akan menjalani laga kandang perdana malam hari di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, saat menjamu Bali United, Senin (23/2) mendatang.
Pertandingan ini dijadwalkan kick-off pukul 20.30 WIB dan menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya digelar pada malam hari, bertepatan dengan bulan Ramadan.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Wendy Umar mengatakan, seluruh proses perizinan telah rampung dan panpel telah mengantongi rekomendasi dari kepolisian.
Ia menyebut kepercayaan yang diberikan aparat keamanan menjadi hal yang patut disyukuri, mengingat pertandingan tetap diizinkan dihadiri suporter secara langsung.
"Perizinan sudah selesai dan kami mendapat izin dari kepolisian. Ini kepercayaan yang luar biasa karena pertandingan tetap bisa ditonton langsung oleh suporter," ujar Wendy, Sabtu (21/2/2026).
Namun, untuk laga kali ini jumlah penonton yang diizinkan mengalami penyesuaian.
Jika pada laga sebelumnya melawan Persis Solo kuota sempat mencapai 9.000 penonton, kali ini kepolisian memberikan izin sebanyak 6.000 tiket.
Menurut Wendy, pembatasan tersebut tidak bisa dibandingkan langsung dengan pertandingan sebelumnya.
Pasalnya, laga melawan Bali United ini merupakan pertandingan malam pertama yang digelar PSIM di SSA.
"Ini pertandingan perdana malam hari, jadi analisa risikonya juga berbeda. Kami dengan kepolisian dan stakeholder lain masih memetakan potensi-potensi yang ada. Karena itu kuotanya ditetapkan 6.000 terlebih dulu," jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan setelah pertandingan nanti.
Jika pelaksanaan berjalan aman dan lancar, bukan tidak mungkin kuota penonton bisa kembali ditambah pada laga-laga berikutnya yang juga digelar malam hari selama Ramadan.
Di sisi lain, Panpel juga menaruh perhatian khusus pada aspek ketertiban dan keamanan, terutama karena waktu pertandingan tidak berselang lama dengan pelaksanaan ibadah salat Isya dan Tarawih di wilayah sekitar stadion.
"Kami imbau suporter untuk tetap menjaga ketertiban dan menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah. Harapannya, kedatangan dan kepulangan suporter tetap kondusif," tegasnya.
Dari sisi penjualan tiket, Wendy mengungkapkan antusiasme suporter cukup baik meski laga digelar pada hari kerja dan kick-off relatif larut malam.
Saat dikonfirmasi, ia menguraikan penjualan tiket telah mencapai sekitar 40-45 persen.
Wendy berharap sisa tiket dapat terjual habis sebelum pertandingan dimulai, sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Laskar Mataram tetap tinggi meski ada pembatasan kuota.
"Yang terpenting adalah pelaksanaan berjalan aman dan lancar. Kalau ini sukses, tentu akan menjadi bahan evaluasi positif untuk pertandingan selanjutnya," lontarnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva