JOGJA - Pemain asing PSIM Jogja asal Belanda, Donny Warmerdam mengaku sudah melihat perbedaan atmosfer sepak bola Indonesia dibandingkan negaranya. Meski hingga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ia belum sekalipun melakoni debut bersama Laskar Mataram.
Didatangkan pada awal musim, Donny memang belum bisa langsung memperkuat PSIM akibat cedera patah tulang fracture weber pada pergelangan kaki kiri yang dialami di awal-awal pekan setelah tiba di Jogja. Sejak itu, ia lebih banyak menjalani program pemulihan dan memantau pertandingan dari pinggir lapangan.
Meski belum turun langsung ke lapangan, Donny mengaku sudah melihat perbedaan budaya sepak bola Indonesia. Terutama dari sisi atmosfer pertandingan dan karakter permainan.
"Saya belum bermain, jadi belum tahu rasanya di dalam lapangan. Tapi saat menonton, ini terlihat berbeda dari Belanda, suporternya, cara bermainnya. Di sini suporter cukup militan," ujar Donny Selasa (3/2).
Menurutnya, atmosfer pertandingan di Indonesia terasa lebih hidup dan memiliki karakter tersendiri dibandingkan kompetisi yang pernah ia jalani di Eropa. Hal itu justru membuatnya semakin antusias menantikan kesempatan tampil bersama PSIM.
"Saat menonton pertandingan, saya bisa merasakan atmosfernya sangat berbeda. Itu membuat saya semakin ingin segera bermain," katanya.
Selain soal atmosfer sepak bola, Donny juga berbicara mengenai hubungannya dengan Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel. Meski sama-sama berasal dari Belanda, Donny mengaku belum pernah bekerja sama dengan Van Gastel sebelum bergabung dengan PSIM.
"Saya belum pernah bekerja dengannya. Tapi saya tahu namanya dan pernah bermain melawannya saat saya di De Graafschap," ucap Donny.
Secara pribadi ia menyebut, pengenalannya terhadap reputasi Van Gastel di sepak bola Belanda cukup membantu proses adaptasinya di PSIM. Meski kerja sama secara langsung baru terjalin musim ini.
Saat ini, Donny masih menjalani program latihan pemulihan bersama tim pelatih fisik. Ia berharap kondisinya segera siap agar bisa bergabung penuh dalam latihan tim dan merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia dari dalam lapangan.
"Saya ingin segera kembali ke lapangan dan merasakan sendiri bagaimana bermain di kompetisi ini," tuturnya. (iza/laz)