JOGJA - Pengalaman José Pedro Magalhães Valente atau Ze Valente berkarier di sepak bola Indonesia tak hanya diwarnai oleh pertandingan dan persaingan di atas lapangan.
Gelandang yang kini bermain untuk PSIM Jogja itu menyimpan dua sisi cerita yang sangat kontras, kedekatan emosional dengan suporter sebagai kenangan terindah hingga pengalaman pahit saat rumahnya pernah dirampok pada musim pertamanya bermain di Tanah Air.
Ze Valente sendiri kali pertama tiba dan bermain di Indonesia pada musim kompetisi 2022/2023. Kala itu Ze Valente membela tim PSS Sleman.
Dalam wawancara terbaru, Ze Valente mengungkapkan, hubungan dengan para pendukung menjadi bagian paling berkesan selama ia berkiprah di Indonesia. Ia menyebut momen kebersamaan dengan suporter, khususnya saat awal kedatangannya, sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.
"Koneksi terkuat yang saya rasakan di Indonesia adalah dengan para penggemar, terutama saat kali pertama saya datang. Itu terjadi di Sleman, klub pertama saya di sini. Sampai saat ini bersama suporter PSIM juga sangat bagus," ujar Ze Valente Senin (2/2).
Menurutnya, dukungan suporter bukan hanya hadir di stadion, tetapi juga terasa dalam keseharian. Hal itu membuatnya cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, meski datang dari budaya yang berbeda.
"Saya punya kenangan luar biasa bersama mereka. Momen terindah yang saya rasakan di sepak bola Indonesia adalah berbagi dengan para suporter," lanjut pemain asal Portugal itu.
Namun perjalanan Ze Valente di Indonesia juga menyimpan kisah kelam di luar lapangan. Ia mengaku sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan ketika rumahnya dibobol maling pada musim pertamanya bermain di Indonesia.
"Momen terburuk saya di Indonesia adalah ketika rumah saya dirampok di musim pertama saya di sini," ungkapnya.
Kejadian itu menjadi pukulan tersendiri bagi Ze Valente dan keluarganya. Terlebih karena ia menilai Indonesia sebagai negara yang aman dan masyarakatnya ramah. Peristiwa itu sempat membuatnya terkejut dan harus melewati proses panjang untuk menyelesaikan masalah ini.
"Situasi itu sulit saya terima karena saya tahu Indonesia adalah negara yang tenang, orang-orangnya sangat baik. Saya tidak menyangka hal itu akan terjadi pada saya," katanya.
Baca Juga: PSIM Jogja Takluk 1-2 dari Borneo FC, Pelatih Van Gastel Nilai Permainan Tetap Positif
Meski begitu, Ze Valente menegaskan pengalaman itu tidak mengubah pandangannya terhadap Indonesia secara keseluruhan. Ia bersyukur kasus itu dapat diselesaikan dengan baik dan memilih untuk tetap fokus pada karier sepak bolanya.
Kini bersama PSIM Jogja, Ze Valente berusaha menjadikan pengalaman hidup dan dukungan suporter sebagai energi positif untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi tim.
"Untungnya kami menemukan orangnya dan semuanya bisa diperbaiki. Jadi kalau di sepak bola, momen buruk itu hal yang normal. Tapi yang ini lebih ke pengalaman pribadi," ungkapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun