SLEMAN - Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sleman periode 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah agenda yang berlangsung di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Jumat (30/1).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Daerah (Pengda) FPTI DIJ Dr Didik Wardaya. Pelantikan pengurus baru ini menjadi momentum awal bagi FPTI Sleman untuk menata arah pembinaan, khususnya dalam upaya regenerasi atlet serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ 2027 di Kulon Progo.
Ketua FPTI Sleman terbaru Untung Basuki Rahmat menegaskan, salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah memperluas basis atlet sejak usia dini. Ia menyebut, panjat tebing perlu dikenalkan lebih awal agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan.
"Olahraga panjat tebing ini perlu dikenalkan sejak dini. Makanya kami sengaja mengundang banyak guru dan kepala sekolah jenjang SMP dan SMA, agar ada sosialisasi dan regenerasi atlet," ujar Untung.
Ia menambahkan, FPTI Sleman nantinya juga berencana melakukan roadshow ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari program kaderisasi dan pembinaan atlet usia muda.
"Kami ingin roadshow ke sekolah-sekolah untuk regenerasi dan kaderisasi. Harapannya, olahraga panjat tebing di Kabupaten Sleman bisa berkembang lebih baik dan berprestasi ke depannya," lanjutnya.
Sementara itu dari sisi prestasi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman Haris Sutarta mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi dan perencanaan program jangka menengah. Terutama untuk menghadapi Porda DIJ 2027.
"FPTI Sleman sudah melalui musyawarah dan memutuskan ketua baru beserta seluruh jajarannya. Harapannya, pengurus bisa segera bekerja dan merencanakan program kegiatan, terutama untuk persiapan Porda Kulon Progo 2027," kata Haris.
Ia menyoroti capaian FPTI Sleman pada Porda DIJ 2025 di Gunungkidul. Ia menilai sudah cukup positif dan harus bisa ditingkatkan.
Baca Juga: Gantungkan Target Setinggi-tingginya, Ginanjar Dipilih Aklamasi Jadi FPTI Purworejo
"Di Porda Gunungkidul kemarin, targetnya enam emas dan berhasil meraih lima emas, serta peringkat kedua se-DIJ untuk cabang olahraga panjat tebing. Ini bisa menjadi modal awal untuk persiapan berikutnya, dengan harapan target juara umum bisa tercapai," jelasnya.
Menurut Haris, prestasi tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan organisasi yang solid dan koordinasi yang ideal antar lintas pihak. "Prestasi itu harus didukung kepengurusan yang baik dan solid. Kami berharap koordinasi antara FPTI dengan seluruh stakeholder bisa berjalan dengan baik," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya turut menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga panjat tebing, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.
"Pengurus baru FPTI Kabupaten Sleman yang baru dilantik, selamat saya ucapkan. Semoga amanah ini bisa diemban dengan baik dan bisa mendulang prestasi bagi Kabupaten Sleman," ucap Harda.
Pada kesempatan itu, ia juga turut mengungkapkan rencana penyediaan fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh atlet panjat tebing nantinya.
"Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan lahan seluas dua hektare di Sardonoharjo untuk beberapa cabang olahraga, seperti panahan dan termasuk panjat tebing. Itu sedang kami siapkan," katanya.
Harda berharap fasilitas itu nantinya dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh atlet dan pengurus. "Semoga para atlet bertanggung jawab atas fasilitas yang nanti diberikan. Kita bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tapi juga nasional bahkan internasional," harapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun