Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Gagal Manfaatkan Dominasi Awal, Persebaya Surabaya Pulang dengan Tiga Poin dari SSA

Fahmi Fahriza • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:57 WIB

 

Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya.
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya.

JOGJA - PSIM Jogja harus mengawali putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil mengecewakan setelah kalah telak 0-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1). Kekalahan ini membuat Laskar Mataram gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah di laga sarat gengsi tersebut.


Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menilai anak asuhnya sejatinya tampil cukup baik pada babak pertama. Namun kesalahan dalam menjaga posisi pemain lawan menjadi awal petaka bagi timnya.


"Saya rasa di babak pertama kami bermain cukup baik. Kami tahu bahwa Persebaya lebih banyak menunggu kami melakukan kesalahan. Dan saya rasa pada gol pertama posisi kami tidak terjaga dengan baik," ujar Van Gastel.


Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, PSIM gagal mengantisipasi pergerakan pemain tengah dan sayap Persebaya, yang berujung pada kebobolan gol pembuka sebelum turun minum. "Kami harusnya menjaga dua pemain tengah mereka, lalu bek kami tidak menyadari di mana posisi pemain sayap Persebaya. Dan, kami tertinggal 1-0 saat turun minum," lanjutnya.


Memasuki babak kedua PSIM mencoba tampil lebih agresif dengan mengambil risiko lebih besar demi mengejar ketertinggalan. Namun strategi tersebut justru membuka ruang bagi Persebaya untuk menambah keunggulan.


"Lalu saat pertandingan berlanjut, kami harus ambil lebih banyak risiko. Kami coba mencari gol, tetapi konsekuensinya kami bermain lebih terbuka dan memberikan lebih banyak peluang bagi mereka," katanya.


Ia juga menyoroti kondisi lini belakang PSIM yang mengalami masalah, sehingga memaksa timnya melakukan rotasi pemain di posisi yang tidak ideal.


"Anda akan bermain dengan lebih banyak penyerang, sementara bek tengah Anda mulai bertumbangan dan kami harus memasukkan pemain lain. Saya tidak menyalahkan mereka, karena mereka tidak pernah bermain di posisi itu," ujarnya.


Sementara itu, perwakilan pemain PSIM Andy Setyo mengakui kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi tim untuk menatap laga-laga berikutnya. "Kalau dari saya tentu ini bukan hasil yang kita harapkan. Ini cukup jadi pembelajaran buat kami untuk ke depannya," katanya singkat.


Di kubu lawan, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai timnya sempat mengalami kesulitan pada babak pertama, terutama dalam menembus pertahanan PSIM. "Saya pikir di babak pertama Persebaya memiliki beberapa kesulitan. Kami mencoba dua-tiga shot ke gawang PSIM tapi diintersep oleh pemain belakang PSIM," ujarnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Waspadai Kebangkitan Persebaya Bersama Bernado Tavares di Tengah Krisis Cedera Menerpa


Namun evaluasi yang dilakukan saat jeda pertandingan membuat permainan Persebaya jauh lebih solid di babak kedua. "Di jeda pertandingan, saya bicara kepada semua pemain dan melihat apa yang harus dievaluasi. Saya pikir para pemain improve lebih banyak di babak kedua," kata Tavares.


Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya pantas meraih kemenangan karena mampu menciptakan banyak peluang dan tampil lebih efektif setelah turun minum. "Secara keseluruhan saya sangat senang dengan performa para pemain hari ini," tegasnya.


Tavares juga menyoroti gol debut pemain anyar Bruno Paraiba, meski menegaskan kontribusi tim secara keseluruhan tetap menjadi hal utama. "Bagi saya semua pemain penting. Bukan hanya yang mencetak gol, tapi juga yang mencegah gol terjadi. Itu sangat penting baginya karena ini pertama kali dia bermain dan dia belum 100 persen," ucapnya.


Sementara itu, pemain Persebaya Arief Catur mengapresiasi kerja keras tim yang mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan membawa pulang tiga poin dari Bantul.
"Alhamdulillah kita dapat mencuri poin, tiga poin di sini. Dalam permainan juga kita bisa menerapkan taktik-taktik yang diberikan Coach," ujar Arief.


Ia menegaskan timnya tetap harus rendah hati dan melakukan evaluasi demi tampil lebih baik ke depannya. "Kita harus memperbaiki kesalahan untuk ke depannya untuk menjadi lebih baik dan selalu rendah hati," paparnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Stadion Sultan Agung (SSA) #persebaya surabaya #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja