Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Ceritakan Tantangan di Super League, dari Perjalanan Panjang hingga Waktu Tunggu

Fahmi Fahriza • Kamis, 15 Januari 2026 | 20:16 WIB

 

Pemain PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera
Pemain PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera

JOGJA - Bek PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera membagikan ceritanya mengenai dinamika serta tantangan bermain di laga tandang pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Musim ini menjadi tahun kedua dia berseragam Laskar Mataram, setelah tahun sebelumnya turut berperan penting membawa PSIM promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Menjalani musim perdananya di Super League, Yusaku mengakui ia harus melakukan sejumlah penyesuaian. Mulai dari meningkatnya level persaingan, kualitas lawan yang lebih merata, hingga tantangan perjalanan panjang saat menjalani pertandingan tandang.

"Di Liga 1 saat ini, pertandingan away-nya lebih jauh daripada liga 2 tahun lalu. Saya butuh adaptasi juga dengan hal-hal itu," katanya kepada Radar Jogja Kamis (15/1).

Pada musim ini, Yusaku menjadi salah satu opsi utama Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel di lini pertahanan. Dari total 17 pertandingan yang telah dijalani PSIM pada paruh musim, Yusaku tercatat tampil dalam 13 laga.

Empat pertandingan lainnya harus dilewatkannya akibat cedera achilles tendon yang sempat dialami.

Pengalaman bertandang ke berbagai daerah turut meninggalkan kesan tersendiri bagi pemain berusia 28 tahun itu. Dari sejumlah laga away yang dijalani, perjalanan ke markas Malut United dan PSM Makassar menjadi salah satu yang paling ia rasakan tantangannya.

"Away ke Malut dan Makassar itu perjalanan yang cukup jauh dan sangat melelahkan," ungkapnya. Selain faktor jarak tempuh, waktu pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi Yusaku.

Baca Juga: Persiraja Banda Aceh Resmikan Omid Popalzay Sebagai Rekrutan Anyar, Harapkan Tuah Seperti Saat di PSIM

Ia mengaku kurang menikmati laga tandang yang digelar pada malam hari, terutama karena adanya waktu luang yang cukup panjang sebelum pertandingan dimulai.

"Saya biasa bangun pagi, sekitar jam 7, termasuk saat hari pertandingan. Kalau pertandingannya malam, kadang saya kebingungan mengisi waktu luang itu," ucapnya.

Meski demikian, Yusaku berusaha tetap profesional dan mencari cara untuk beradaptasi. Di sela-sela waktu persiapan dan latihan, ia kerap mengisi waktu dengan membaca buku atau mempelajari hal-hal baru agar tetap fokus menjelang pertandingan.

"Tentu ada program latihan dari tim pelatih saat hari H pertandingan. Tapi tetap saja masih ada belasan atau beberapa jam luang, dan kita hanya bisa menunggu itu,"  lontarnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Yusaku Yamadera #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja