JOGJA - PSIM Jogja resmi melepas penyerang asingnya Rafael De Sa Rodrigues atau Rafinha ke PSIS Semarang. Keputusan itu diambil setelah adanya pembicaraan intens antara manajemen Laskar Mataram dan sang pemain mengenai masa depan kariernya.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menyebutkan, proses kepindahan Rafinha merupakan hasil kesepakatan bersama yang telah dipertimbangkan secara matang oleh kedua belah pihak. "Kami diskusi untuk mencari solusi terbaik bersama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa ke PSIS Semarang," ujar Razzi Senin (29/12).
Rafinha menjadi salah satu pemain kunci PSIM pada musim 2024/2025 ketika klub berhasil promosi dari Pegadaian Liga 2 menuju BRI Super League 2025/2026. Musim lalu, pemain berusia 33 tahun itu tampil tajam dengan torehan 20 gol dari 27 pertandingan.
Namun pada musim perdananya di kasta tertinggi, menit bermain Rafinha jauh berkurang. Dari 15 pertandingan yang telah dijalani PSIM Jogja, ia hanya tampil tiga kali, semuanya sebagai pemain pengganti. Kondisi itu turut menjadi pertimbangan dalam keputusan transfer ini.
Razzi menegaskan manajemen memberi apresiasi tinggi atas kontribusi Rafinha selama berseragam PSIM. Menurutnya, peran sang pemain sangat besar dalam perjalanan tim, terutama saat membawa klub kembali ke Liga 1 Indonesia.
"Kami berterima kasih pada Rafael atas kontribusinya selama ini, dari musim lalu sampai sekarang. Rafa banyak membantu PSIM, termasuk menjadi bagian penting klub saat promosi ke Liga 1 Indonesia," tutur Razzi.
Di sisi lain, pemain asal Brasil itu mengaku bahwa misinya bersama PSIM telah tuntas. Ia datang dengan target jelas, membawa PSIM naik kasta. Keberhasilan promosi membuatnya merasa bangga sekaligus emosional saat harus pergi.
"Saya datang ke sini dengan misi membawa PSIM naik ke Liga 1. Ketika musim berakhir dan PSIM promosi, saya merasa sangat senang dan bangga," ungkap Rafinha.
Ia tidak menampik meninggalkan Jogja bukan keputusan mudah. Ikatan emosional dengan tim, suporter, dan kota menjadi alasan utama yang membuatnya berat berpisah.
"Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang," tambahnya.
Meski berpisah, Rafinha tetap memberikan dukungan bagi rekan setimnya agar terus berjuang menjaga konsistensi performa PSIM di Liga 1. "Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah," pesan Rafa.
Tidak lupa, ia juga menyampaikan salam perpisahan kepada suporter yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti.
"Untuk seluruh suporter PSIM, terima kasih banyak atas cinta dan dukungan kalian selama ini. Saya mencintai kalian," tandasnya.
Manajemen PSIM juga mendoakan agar Rafinha meraih sukses bersama klub barunya nanti. "PSIM berharap yang terbaik untuk Rafa. Semoga karier sepakbolanya semakin bagus, serta selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga," tutup Razzi.
Dengan kepindahan ini, PSIM dipastikan kehilangan salah satu figur penting dalam perjalanan promosi mereka. Sementara bagi Rafinha, PSIS Semarang akan menjadi pelabuhan baru untuk melanjutkan kariernya di kompetisi sepak bola Indonesia. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun