SLEMAN - Tren positif PSS Sleman untuk memuncaki klasemen sementara Grup Timur Championship 2025/2026 harus rela terputus. Hasil imbang 1-1 yang diraih saat menghadapi Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (22/11) malam lalu membuat Super Elja turun ke peringkat dua klasemen.
Tentu saja hasil itu langsung menjadi sorotan serius bagi tim pelatih. Mengingat hasil imbang membuat rival PSS, Barito Putera FC naik ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 28 poin setelah membantai Persipal Palu dengan skor 3-0.
Poin dari Laskar Antasari, julukan Barito Putera FC hanya terpaut satu angka dari Laskar Sembada yang saat ini mengoleksi 28 poin.
Maka dari itu, meskipun anak-anak Sleman mencuri satu poin di Sidoarjo, Pelatih PSS Ansyari Lubis mengaku jika hasil itu masih kurang memuaskan. Sebab, masih ada banyak hal yang perlu dievaluasi dari timnya.
"Kami masih perlu banyak evaluasi. Terutama yang kami soroti permainan di babak pertama ya. Karena begitu tidak punya energi dari seluruh pemain," katanya Minggu (23/11).
Benar apa yang dikatakan Ansyari Lubis. Sebab, walaupun turun dengan skuad utamanya, anak-anak Bumi Sembada malah terlihat tampil kurang maksimal.
Apalagi pada laga melawan Deltras FC itu, PSS kebobolan terlebih dahulu saat babak pertama.
Menyadari ketertinggalan performa, tim pelatih langsung melakukan perubahan strategi signifikan di babak kedua. PSS mengubah gaya bermain menjadi lebih agresif dengan menekan langsung ke jantung pertahanan lawan.
"Kami membuat instruksi agar bola itu langsung ke ke daerah kotak penalti atau kotak 16. Kami lakukan itu sepanjang pertandingan. Sehingga gol itu bisa kami dapat di menit-menit terakhir," lontar Ansyari. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun