JOGJA - Duel panas dan sarat gengsi bakal tersaji akhir pekan ini di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/11). Laga bertajuk "Derby Mataram" antara tuan rumah Persis Solo dan tamunya PSIM Jogja dipastikan menjadi magnet perhatian publik sepak bola tanah air, terutama para pendukung fanatik dari kedua kesebelasan yang punya sejarah panjang.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel memastikan, timnya telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi laga sarat gengsi itu. Ia menegaskan, seluruh pemain dalam kondisi siap tempur, baik secara fisik maupun mental.
"Persiapan tim baik dan sama. Tidak banyak yang akan berubah," kata Van Gastel saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/11).
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku sudah memahami betul atmosfer serta intensitas tinggi yang biasanya menyelimuti laga derby, termasuk yang mungkin terjadi di "Derby Mataram" ini. Baginya, tampil di laga besar dengan tekanan publik seperti itu justru menjadi sumber motivasi tambahan bagi tim.
"Selalu senang rasanya bermain di laga derby seperti (Mataram) ini. Apalagi jika derby itu sudah tidak lama dimainkan, orang akan antusias untuk menonton laga ini," ungkapnya.
Van Gastel menyebut, meskipun PSIM akan bertindak sebagai tim tamu di laga nanti, semangat juang dan optimisme membawa pulang hasil maksimal tetap tinggi. Ia menegaskan semua pertandingan memiliki nilai penting yang sama, termasuk derby kali ini.
"Buat saya ini seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Dan tentu saja saya ingin memenangkan pertandingannya nanti," serunya.
Secara klasemen, PSIM saat ini tengah bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026, sementara Persis Solo justru masih berjuang keluar dari zona degradasi. Namun Van Gastel menilai jarak itu bukan jaminan kemenangan mudah bagi timnya.
Ia menilai Persis masih memiliki kualitas permainan yang layak diwaspadai. "Persis Solo mungkin agak kurang beruntung, karena saya melihat mereka sebenarnya juga tidak bermain buruk," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun