JOGJA - PSIM Jogja terus menghadirkan terobosan menarik bagi para pendukungnya. Salah satunya adanya fasilitasi tiket gratis untuk kategori anak di tiap laga kandang yang dimainkan.
Hal itu juga akan berlaku menjelang laga kandang PSIM melawan Persik Kediri pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (31/10) mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja Wendy Umar mengungkapkan, program tiket gratis bagi anak-anak ini berlaku bagi mereka yang berada di bawah usia 12 tahun. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian klub terhadap tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap PSIM sejak usia dini.
"Kita peduli dan berikan kuota tiket ke anak gratis, kategori usia di bawah 12 tahun. Tiap pertandingan ada sekitar 500 tiket anak," ujar Wendy Selasa (28/10).
Ia menjelaskan, skema tiket gratis bagi anak itu dapat diklaim secara on the spot (OTS) di dua titik lokasi, yakni depan Gate 5 dan Gate 10 SSA.
"Satu tiket dewasa berlaku untuk satu tiket anak. Jadi misal anak dua, berarti dua orang tua juga perlu datang dengan tiket masing-masing," jelasnya.
Menurut Wendy, selain memperluas basis pendukung sejak dini, program ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan pertandingan PSIM sebagai destinasi wisata keluarga.
"Kami ingin pertandingan PSIM nantinya bisa jadi tujuan wisata keluarga juga. Agar sama-sama bisa menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman," katanya.
Selain program tiket anak gratis, PSIM tetap menyediakan kuota 9.000 tiket penonton untuk laga kontra Persik Kediri pekan ini, dengan sistem penjualan offline dan online. Offline bisa dibeli melalui sekretariat Brajamusti dan The Maident, serta platform loket.com untuk pembelian online.
Program tiket anak gratis ini mendapatkan sambutan positif dari kalangan pendukung PSIM. Salah satu suporter PSIM Reza Prasetya menilai langkah itu sebagai inovasi yang cerdas dan bernilai jangka panjang bagi klub.
"Program ini keren banget. Anak-anak diajak sejak kecil kenal PSIM, dan itu penting buat regenerasi suporter. Selain itu suasana di stadion jadi lebih hangat dan ramah keluarga," ujarnya.
Secara pribadi, ia juga berharap agar program seperti ini bisa terus berlanjut dengan manajemen yang lebih tertata, dan pengelolaan yang makin baik.
"Kalau bisa terus dipertahankan, bahkan dikembangkan jadi paket family seat. Biar makin banyak keluarga yang datang ke stadion," tambahnya.
Dengan program tiket anak gratis ini, PSIM bukan hanya memperkuat ikatan dengan basis suporternya. Tetapi juga membuka ruang bagi terciptanya atmosfer stadion yang lebih inklusif dan edukatif. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun