SLEMAN - Ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DI Yogyakarta kembali menyuguhkan kisah-kisah inspiratif dan menarik. Salah satu cerita yang paling mencuri perhatian kali ini adalah adanya partisipasi seorang penjaga gawang tim nasional (Timnas) Indonesia U-16, Naura Airish Qaisara Rifaldhi.
Airish, sapaan akrabnya, bukanlah nama asing di kancah persepakbolaan Tanah Air. Pemain muda asal Kalasan, Sleman, ini pernah memperkuat skuad tim Garuda Pertiwi di ajang ASEAN Championship 2025.
Namun, saat ini pemain muda tersebut tengah merasakan gemerlapnya ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DI Yogyakarta. Pada ajang kali ini, Airish mencoba keberuntungannya di bawah ring basket bersama tim SMAN 8 Yogyakarta.
Tentu saja keikutsertaan Airish di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DI Yogyakarta ini menjadi kejutan besar. Mengingat olahraga basket itu memiliki banyak perbedaan dengan sepak bola yang sudah ia tekuni sejak lama.
"Mungkin kalau teknik-teknik sama. Tapi di basket lebih banyak lari dan lebih capek juga waktu match," ujarnya saat ditemui Radar Jogja usai bertanding, Rabu (22/10).
Meskipun Airish sendiri mengaku sudah merasakan adanya banyak perbedaan di dalam olahraga basket dan sepak bola, tetapi ia menyatakan tidak kesulitan dalam melakukan adaptasi di lapangan. "Adaptasinya ya menyesuaikan waktu ikut latihan, gitu. Terus, nonton-nonton di YouTube juga teknik-tekniknya," katanya.
Ketertarikan Airish dalam olahraga basket sudah sejak ia duduk di bangku SMP. Walaupun saat itu ia mengikuti latihan basket hanya sebatas ekstrakurikuler di sekolahnya.
"Saya pengen coba-coba sebenarnya di olahraga basket ini. Kalau yang akan aku seriusin yang sepak bola. Jadi untuk basket itu jadi hobi aja," bebernya.
Di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DI Yogyakarta ini Airish sudah dua kali bermain. Pertandingan pertama, dia dan teman-temannya harus mengakui keunggulan tim SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dengan skor akhir 44-12. Lalu di game kedua, timnya SMAN 8 Yogyakarta menang atas SMAN 10 Yogyakarta dengan skor 15-3.
"Seneng banget pasti karena kami sekolah Delayota kali pertama menang setelah tujuh tahun lalu. Baru pertama ini menang katanya," ungkap Airish.
Sementara sang ibunda, Devi Dian Huninggar mengaku tidak mempermasalahkan soal hobi dari anaknya. Menurutnya, selama sang anak bisa menjalani dan membagi waktu dalam menjadi hobi itu, maka sebagai orang tua dia akan selalu mendukung.
"Kalau untuk basket Airish masih perlu latihan lagi. Saya harap di ajang DBL ini anak saya bisa bermain sebaik mungkin aja lah," tandasnya. (ayu/laz)