SLEMAN - PSS Sleman makin menunjukkan konsistensinya di Pegadaian Championship 2025/2026. Kemenangan telak 5-0 atas PSIS Semarang di laga pekan keenam, Minggu (19/10) malam, tak hanya memperpanjang catatan sempurna mereka, tapi juga menunjukkan performa dominan sejak awal laga.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemainnya.
"Pertama, terima kasih kepada Tuhan atas kemenangan ini. Secara pribadi saya menilai pertandingan ini sangat bagus dan menarik. Ada jual beli serangan dan alhamdulillah kami dapat memenangkan laga ini," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kemenangan ini merupakan buah kerja keras seluruh tim. Ia memuji para pemainnya yang sudah berjuang maksimal tanpa kenal lelah.
"Hasil ini semakin membuat kami percaya diri untuk menatap pertandingan selanjutnya," lanjutnya.
Dari sisi pemain PSS, Muhammad Tahir juga menyampaikan rasa syukur atas kemenangan besar tersebut. Di samping itu ia juga berterima kasih atas dukungan para suporter, kendati tidak bisa hadir langsung ke stadion.
"Terima kasih kepada semua pemain yang sudah berjuang. Juga suporter yang senantiasa memberi dukungan bagi kami. Ini motivasi besar bagi kami untuk bisa terus memuncaki klasemen dan naik ke Liga 1," ungkapnya.
Sementara itu, di kubu tuan rumah, Pelatih PSIS Semarang Ega Raka Ghalih tidak menutupi kekecewaannya atas hasil pertandingan ini. Ia menyadari timnya tidak tampil cukup bagus di laga tersebut.
"Ini mengecewakan bagi kami. Awalnya kami bertekad mendapat poin penuh, tapi kami tidak bisa wujudkan itu. Ada beberapa kesalahan dari pemain, dan gol cepat dari lawan juga mempengaruhi psikologis pemain," jelasnya.
Ega juga mengungkapkan, pihaknya telah mencoba melakukan perubahan taktik di babak kedua untuk memperbaiki situasi. Termasuk, mengubah strategi dan skema permainan saat jeda babak.
"Saat jeda babak di ruang ganti saya coba ubah taktik. Tadinya kita main 4-3-3 menjadi 4-2-3-1. Itu cukup memberi harapan, tapi sayang lagi-lagi ada kesalahan, dan ada gol lagi yang cukup sulit mengembalikan kepercayaan dan mental para pemain kami," tambahnya.
Pemain PSIS Syiha Buddin juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik Semarang atas hasil buruk ini. "Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Semarang, khususnya suporter, karena pertandingan ini tidak bisa kami menangkan, dan kami tidak bermain baik hari ini," ujarnya.
Dengan hasil ini, Super Elja mencatat enam kemenangan beruntun dan kokoh di puncak klasemen sementara, menggeser Barito Putera. Sementara PSIS Semarang semakin terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan dari enam laga awal musim. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun