SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menegaskan komitmennya untuk memberikan menit bermain yang lebih luas bagi para pemain muda di skuad Super Elja.
Ia menyebut, pintu kesempatan akan selalu terbuka bagi siapa pun yang mampu menunjukkan kualitas dan kesiapannya di lapangan.
"Progres pemain muda kami cukup bagus. Mereka punya kesempatan dan bisa memanfaatkan jika diberi kepercayaan," ujar Ansyari Kamsi (9/10).
PSS saat ini tengah berada dalam tren positif setelah sukses menyapu bersih empat kemenangan dari empat pertandingan awal kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Dalam performa gemilang itu, peran para pemain muda ikut menjadi bagian penting.
Beberapa nama pemain muda yang mulai menunjukkan potensinya dan berhasil menembus skuad PSS, antara lain, Fadhilah Tegar Aziz (kelahiran 11 Maret 2005), Dominikus Dion (14 Oktober 2004), Muhammad Fariz (2 September 2004), Relosa Rivan (5 Desember 2005), serta Mohammad Saiful Djoge (24 Maret 2006).
Banyak dari mereka telah mendapatkan kesempatan tampil dalam sejumlah laga awal, dan mampu membayar kepercayaan dengan performa yang cukup menjanjikan.
Menurut Ansyari, dalam pemilihan pemain, usia bukanlah patokan utama dalam menentukan susunan starter.
Ia lebih menekankan pada kesiapan mental dan kualitas individu pemain.
"Saya memilih pemain sesuai kesiapan mereka saat latihan. Saya melihat bagaimana mereka menunjukkan kerja keras dan konsistensi," tuturnya.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan perkembangan pemain muda di skuadnya.
"Saya apresiasi penampilan pemain muda, itu bisa terus ditingkatkan. Ke depan akan makin matang," tambahnya.
Dengan jadwal kompetisi yang panjang dan ketat, Ansyari menilai rotasi pemain menjadi kunci penting menjaga stabilitas tim.
Karena itu, memberi menit bermain kepada pemain muda bukan sekadar pilihan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun skuad yang tangguh. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun