Ribuan warga memadati jantung kota Wonosari untuk menyaksikan penutupan yang berlangsung meriah, dengan penampilan Jogja Hip-hop Foundation sebagai bintang utama.
Salam perhelatan pekan olahraga paling bergengsi di DIY ini, Sleman kembali menegaskan dominasinya di arena Porda.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Penyelenggara Rumpis Agus Sudarko, Sleman keluar sebagai juara umum dengan torehan 170 emas, 178 perak, dan 203 perunggu, total 551 medali.
“Capaian ini sekaligus mengukir sejarah, karena Sleman sukses meraih gelar juara umum empat kali berturut-turut,” ujar Rumpis saat memberikan laporan pertanggungjawaban pada Kamis, (18/9/2025).
Kemudian, posisi Sleman yang bertengger di puncak klasemen disusul oleh Kabupaten Bantul di posisi kedua dengan 457 medali, 151 emas, 133 perak, 173 perunggu.
Sementara Kota Jogja menempati posisi ketiga dengan 414 medali, 131 emas, 129 perak, 154 perunggu.
Gunungkidul sebagai tuan rumah berada di urutan keempat dengan 236 medali, dan Kulon Progo menutup klasemen dengan 180 medali.
Ketua KONI Sleman, Joko Hastaryo, menegaskan keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil persiapan panjang dan dukungan penuh dari berbagai pihak.
“Empat kali juara umum berturut-turut adalah bukti komitmen kami untuk memajukan olahraga di Sleman dan DIY. Atlet kami dipersiapkan dengan serius, difasilitasi dengan baik, hingga mampu menunjukkan semangat juang tinggi. Gelar ini kami persembahkan untuk masyarakat Sleman dan olahraga Yogyakarta,” ujarnya.
Dalam sambutan penutupan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Porda XVII.
Sri Sultan juga menekankan pentingnya menjadikan Porda sebagai batu loncatan menuju level kompetisi lebih tinggi, baik di PON, SEA Games, hingga Olimpiade.
“Teruslah berlatih dan jangan cepat puas diri, karena Yogyakarta menaruh harapan besar pada generasi atlet muda yang lahir dari Porda ini,” ujar Sultan.
Dalam kesempatan tersebut, bendera pataka Porda juga secara resmi diserahkan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, kepada Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan.
Dengan demikian, Porda DIY XVIII tahun 2027 akan digelar di Kulon Progo.
“Porda bukan semata ajang perebutan medali, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, mengasah karakter, dan meneguhkan semangat kebersamaan. Seluruh peserta adalah juara karena telah membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan kita,” tutupnya. (bas)
Editor : Bahana.