Ia menilai, strategi yang diambil PSIM menjaring pemain dari Piala Soeratin melalui kolaborasi dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY merupakan langkah tepat.
"Mengambil pemain terbaik dari Piala Soeratin ini tepat. PSIM jadi muara pembinaan klub-klub yang berkompetisi di Piala Soeratin DIY," ujar Indra di Jogja, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, klub memang seharusnya menjalin kerja sama dengan Asprov di tingkat provinsi dalam pembinaan pemain muda.
Kompetisi seperti Piala Soeratin dan turnamen kelompok usia lainnya dapat menjadi wadah bagi para pemain untuk berkembang dan siap tampil di level elite.
"Kolaborasi dengan Asprov PSSI DIY ini baik untuk ekosistem pembinaan pemain muda," terangnya.
Secara garis besar ia juga menilai hal itu sebagai simbiosis mutualisme. Klub tidak hanya mengambil pemain, tetapi juga membantu berputarnya kompetisi di tingkat Asprov.
"Klub-klub anggota Asprov ini bisa menggeliat juga, karena ada saluran yang baik," tegasnya.
Selain pembinaan pemain, Indra juga mengapresiasi langkah PSIM yang memberi kesempatan kepada pelatih muda, khususnya mantan pemain, untuk bisa berkiprah di EPA.
"Ini hal baik. Mantan pemain yang sudah bersertifikasi lisensi menjadi pelatih EPA. Mereka punya ikatan moral dan memahami karakter PSIM.
Ini langkah positif," kata pelatih yang membawa Timnas Indonesia meraih emas SEA Games 2023 di Kamboja itu.
Untuk diketahui, saat ini PSIM menunjuk enam mantan pemain masuk tim kepelatihan EPA, yaitu Dimas Priambodo, Ony Kurniawan, Tony Yuliandry, Pratama Gilang, Hendika Arga Permana, dan Yosi Kurniawan.
Mereka menangani kelompok U16, U18, dan U20 bersama pelatih lain seperti Andika Pratama, Giovani, dan Tegar. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun