JOGJA - Cabang olahraga (cabor) senam menjadi salah satu tumpuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY dalam meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
KONI secara aktif mendorong Pengurus Daerah Persatuan Senam Indonesia (Pengda Persani) DIY untuk mengoptimalkan pembinaan sejak dini, guna melahirkan atlet-atlet potensial.
Potensi atlet senam DIY dinilai cukup menjanjikan. Dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, cabor ini diharapkan mampu menyumbang lebih banyak medali, menyusul capaian pada PON sebelumnya.
Ketua bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, olahraga senam ini bisa menjadi andalan DIY. Didasari karena dalam rangka menambah medali emas di PON 2028 mendatang.
"Karena nomor lombanya banyak, sangat diharapkan dapat medali bagi DIY sama seperti atletik,” katanya, Rabu (14/5/2025).
Aji menjelaskan, KONI memberi ruang seluas-luasnya kepada Persani DIY untuk menggelar berbagai even pembinaan, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Kejuaraan Daerah (Kejurda).
Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk menjaring bibit-bibit unggul dari usia dini.
Sementara, Ketua Harian Pengda Persani DIY Endang Rini Sukamti menjelaskan, Pengda Persani DIY telah menyusun program-program unggulan guna menyiapkan atlet-atlet terbaik yang akan berlaga di PON NTT-NTB 2028 mendatang.
Persiapan dilakukan lebih dini agar prestasi yang diraih bisa meningkat dibanding PON 2024 Aceh-Sumut yang baru saja berlalu.
Maka dari itu, dalam waktu dekat ini Persani DIY berencana akan menyelenggarakan berbagai even olahraga. Sehingga diharapkan dapat melahirkan para atlet berprestasi ke depan.
"Kami senam di 2024 bisa ikut PON pada aerobik dapat dua medali, mudah-mudahan di 2028 kami bisa perbaiki rangking di aerobik dan ritmik," harapnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita