JOGJA - Tahun 2025 dipastikan akan menjadi tahun yang sangat padat bagi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIJ. Pasalnya, organisasi yang menaungi beragam cabang olahraga rekreasi dan tradisional di tingkat daerah ini akan berpartisipasi aktif dalam dua ajang olahraga masyarakat tingkat nasional yang sangat bergengsi.
Dua agenda besar yang telah menanti adalah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Festival Olahraga Tradisional yang dijadwalkan berlangsung di Gorontalo antara bulan September hingga November mendatang.
Baca Juga: Gerakan Aktifkan Posyandu Kabupaten Sleman, Kembangkan Layanan untuk Semua Usia
Partisipasi KORMI DIJ dalam kedua festival nasional tersebut tentu bukan sekadar formalitas belaka, melainkan sebuah kesempatan emas untuk menunjukkan kekayaan dan potensi olahraga masyarakat Jogjakarta di kancah nasional. Fornas, sebagai pesta olahraga masyarakat terbesar di Indonesia, akan menjadi panggung bagi berbagai macam organisasi dan kreativitas dalam olahraga rekreasi.
Sementara itu, Festival Olahraga Tradisional di Gorontalo akan menjadi ajang pelestarian dan pengembangan warisan budaya bangsa melalui olahraga. Keikutsertaan Kormi DIJ dalam festival tersebut diharapkan tidak hanya mempromosikan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk melestarikannya.
Ketua Umum KORMI DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, karena saat ini KORMI DIJ mempunyai dua agenda tingkat nasional. Maka ia meminta kepada para anggotanya agar memaksimalkan penyusunan program kerja, dengan harapan bisa meraih prestasi yang maksimal di dua ajang tersebut.
"Karena jauh, maka jelas skema pemberangkatannya akan berbeda jika dibandingkan di Fornas Jabar," katanya, Senin (28/4).
Baca Juga: Ada Kajian Geologi, Bekas Bangunan Roboh di Pondok Gontor Magelang Akan Dijadikan Taman
Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Suhirman menegaskan jika pada tahun ini pihaknya akan mendorong KORMI DIJ untuk terus mengembangkan program kegiatan olahraga rekreasi dan masyarakat demi peningkatan kualitas hidup melalui olahraga dan pembinaan atlet non-profesional. Sebab Pengembangan kegiatan di KORMI tersebut diyakini memiliki peran krusial dalam pencapaian Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) di DIJ.
Menurut Suhirman, berdasar data BPS Tahun 2023 lalu, IKM DIJ berada pada angka 76,3, yang lebih tinggi dari IKM Nasional 2023 sebesar 73,5. Nilai tersebut membuat DIJ konsisten di posisi lima besar provinsi dengan IKM tertinggi Peringkat Nasional.
"Ini tentu saja terdapat peran dan intervensi KORMI di dalamnya," tegasnya.
Selain itu, Suhirman juga mengaku sangat mengapresiasi seluruh pengurus KORMI DIJ yang telah berkomitmen membangun olahraga masyarakat di DIJ dengan segala semangat, dedikasi dan kinerjanya yang luar biasa. Sebagai mitra, KORMI DIJ telah terbukti memiliki peran yang vital dalam pengembangan olahraga rekreasi dan masyarakat, peningkatan kualitas hidup melalui olahraga serta pembinaan atlet non-profesional.
Selama ini, KORMI DIJ telah menunjukkan kontribusi nyata melalui kebjakan, program dan kegiatannya untuk mendorong gaya hidup sehat dan aktif masyarakat melalui olahraga massal, menjembatani atlet masyarakat ke kompetisi resmi dan mengembangkan industri olahraga berbasis komunitas.
"Olahraga masyarakat bukan hanya hanya berbicara tentang prestasi, tapi investasi kesehatan bangsa yang berkelanjutan. Mari jadikan DIJ sebagai contoh pembangunan olahraga berbasis kesehatan," tandasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo