JOGJA - Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY berencana menggunakan tanah Sultanaat Grond (SG) atau pun tanah kas desa (TKD) untuk membuat sirkuit balap motor permanen di DIY. Mengingat sejauh ini di DIY belum mempunyai sirkuit balap motor yang permanen untuk latihan dan berkompetisi para atlet DIY.
Ketua Umum IMI DIY KPH Purbodiningrat menjelaskan, untuk masalah sirkuit balap motor yang permanen sejauh ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi IMI DIY. Maka dari itu pihaknya berencana untuk membuat sirkuit balap motor yang permanen di DIY. "Itu menjadi salah satu PR utama kami IMI DIY," katanya Senin (21/4).
Selain itu, bukan tanpa alasan IMI DIY berencana membuat sirkuit balap motor yang permanen. Sebab saat ini DIY sendiri mempunyai banyak pembalap-pembalap muda yang berbakat dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tapi para pembalap itu tidak bisa melakukan latihan di DIY.
Berangkat dari permasalahan itu, maka sebagai ketua umum IMI DIY Purbodiningrat berharap kepada Pemprov DIY memfasilitasi atlet-atlet balap motor DIY agar bisa mendapatkan jam terbang lebih untuk berlatih di DIY. Sehingga prestasi para pembalap-pembalap DIY bisa lebih meningkat dan pada akhirnya mengharumkan nama DIY.
Maka dari itu, saat ini Pengda IMI DIY sedang terus berusaha mencari lahan untuk bisa DIYadikan sebagai calon sirkuit permanen itu. Mengingat untuk membuat sirkuit sendiri membutuhkan lahan yang sangat luas.
Menurut Purbodiningrat salah satu opsi yang akan dipertimbangkan untuk bisa DIYadikan sirkuit balap motor permanen itu adalah dengan memanfaatkan lahan SG atau turunannya TKD yang kurang lebih seluas 10 sampai 15 hektare.
"Kalau luas dan sebesar itu adanya di Sleman dan Bantul. Kalau Gunungkidul kurang ideal karena aksesnya ke sana masih sedikit susah," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita