BANTUL - Manajemen PS Hizbul Wathan (HW) UMY menyesalkan kejadian drawing kompetisi Liga 4 seri nasional Jumat (11/4/2025) lalu.
Bagi manajemen tim berjuluk Laskar Matahari ini, drawing yang dilakukan itu telah berlangsung secara tidak profesional dan tidak transparan.
Diketahui, pelaksanaan drawing putaran nasional Liga 4 musim 2024/2025 dalam dua hari terakhir menjadi perbincangan hangat di kalangan sepak bola Indonesia.
Sebab banyak pihak yang menduga adanya kecurangan dalam pelaksanaan drawing itu.
Dalam video yang beredar menujukkan drawing dilakukan secara tidak transparan, meski pelaksanaannya disiarkan secara langsung.
Banyak pihak yang menilai sang operator, dalam hal ini Ketua Umum Asprov PSSI DIY Dessy Arifianto saat drawing menurunkan tangannya ke bawah meja setiap kali mengambil bola undian sebelum mengeluarkan secarik kertas.
Selain itu, kertas hasil undian terlihat lurus dan tidak terlipat sebagaimana mestinya jka benar-benar dikeluarkan dari bola undian.
Sehingga hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi para pencinta sepak bola Indonesia. Mereka menilai undian yang dilakukan telah dimanipulasi oleh sang operator.
Buntut viralnya dugaan kecurangan dalam video drawing Liga 4 itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendesak pengulangan drawing.
Sehingga akhirnya PSSI memutuskan jadwal baru untuk pengulangan undian Liga 4 pada Senin (14/4/2025).
"Menurut saya, kalau itu minimal tidak cuma diulang, tapi harus diusut tuntas sekalian kalau mau memperbaiki sepak bola Indonesia," kata Manajer PS HW UMY Agus Ferianto Minggu (13/4/2025).
Selain menyesalkan, sebagai tim asli Jogja pihak manajemen PS HW UMY juga mengaku sangat malu atas tindakan yang telah dilakukan Dessy Arifianto dalam drawing Liga 4 itu.
Sebab, Dessy Arifianto ang merupakan ketua umum Asprov PSSI DIJ atau organisasi yang menjadi perwakilan PSSI di tingkat provinsi.
"Kami sebenarnya tidak mau mendesak Mas Dessy mundur, biar masyarakat yang melihat. Cuma kalau melihat seperti itu, kepercayaan publik terhadap pengurus-pengurus yang sekarang jadi tidak percaya," lontar Agus.
Sebagai perwakilan dari manajemen PS HW UMY, Agus berharap dalam pelaksanaan drawing yang akan diulang Senin (14/4/2025), tidak ada lagi kejadian serupa. Drawing harus dilakukan secara transparan dan profesional.
"Karena kami Liga 4 sebagai ekosistem level terendah sepak bola Indonesia. Dari situlah kami belajar fair play yang benar. Tidak semena-mena terus kami dipermainkan seperti itu," tegasnya.
Dessy Arifianto sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait video yang viral itu.
Justru komentar sudah keluar dari Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh yang mengatakan jika Dessy Arfianto telah meminta maaf atas kejadian itu.
Asprov PSSI Jatim sudah mengonfirmasi bahwa tidak ada maksud apapun dari Dessy selaku deputi Sekjen PSSI dan ketua Asprov PSSI DIY.
Sebab, pada pelaksanaan drawing itu Dessy kabarnya sedang mengalami gangguan kesehatan dan keterbatasan pada tangannya, sehingga tidak bisa berkegiatan di atas meja. (ayu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita