SLEMAN - PSS Sleman dipastikan akan menjamu Semen Padang FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul pada pekan ke pekan ke-20 Liga 1 musim 2024/2025, Minggu (26/1) nanti. Sayangnya, laga ini tanpa kehadiran suporter.
Kabarnya, pengelola SSA akan membatasi kuota penonton maksimal 200 orang yang bisa hadir di bangku VIP undangan dari panitia pelaksana (Panpel) pertandingan. Artinya dalam laga kandang kali ini nanti, tim PSS Sleman bakal bertanding tanpa dukungan dari ribuan suporternya yang selalu setia mengawal di setiap pertandingan.
Menanggapi itu, Pelatih PSS Sleman Mazola Junior mengaku kecewa. Sebab kehadiran para suporter sangat penting untuk memotivasi para pemain supaya bisa meraih hasil yang maksimal. Suporter adalah pemain ke-12 pasti bikin berbeda kalau mereka ada di pertandingan."Jadi situasi itu susah buat kami," tegasnya usai latihan rutin di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (22/1).
Meskipun begitu, Mazola tetap meminta kepada PSS Fans tetap mendoakan tim Laskar Sembada supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal saat menjamu tim Kabau Sirah julukan Semen Padang FC nanti. Hari ini, skuad yang juga berjuluk Super Elang Jawa ini akan melalukan latihan di SSA. Beruntungnya, kebanyakan pemain sudah tahu kondisi lapangan ini.
Dengan kondisi seperti itu, Mazola mendesak kepada pihak terkait supaya bisa secepatnya menyelesaikan renovasi Maguwoharjo International Stadium (MagIS) yang menjadi kandang dari PSS Sleman. Sehingga tim Laskar Sembada bisa scepat mungkin bermain di kandang sendiri dan tentunya dengan dukungan penuh dari para suporter.Mengingat suporter PSS Sleman sangat fanatik dan menurut Mazola jika para suporter disuruh pulang-pergi ke Solo mereka pasti sangat capek. "Sekali lagi saya minta kepada bupati agar secepat mungkin ke kandang sendiri," ujarnya.
Manajer Event PSS Sleman Rangga Rudwino menyadari antusiasme PSS Fans yang ingin mengawal PSS bertanding. Apalagi kita tahu kali ini laga digelar di Stadion Sultan Agung yang jaraknya sangat dekat.
Rangga menyebut, manajemen maupun Panpel PSS sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak. Baik Pemkab Bantul maupun pihak keamanan. Akan tetapi, izin dengan kehadiran penonton tetap belum bisa terlaksana.Hasilnya, PSS belum bisa menyelenggarakan pertandingan dengan penonton di SSA. SSA dipilih juga bukan tanpa alasan. “Yang utama karena jadwalnya bertabrakan dengan Persis Solo yang menggunakan Stadion Manahan,” tambahnya.
Ketua Panpel PSS Yuyud Pujiarto mengajak seluruh PSS fans untuk menghormati keputusan yang telah dibuat. Hal ini agar laga PSS kontra Semen Padang dapat berjalan dengan lancar dan PSS kembali merebut tiga poin di kandang.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bantul yang sudah memberikan tempat bertanding untuk PSS. Yuyud juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada PSS Fans yang belum bisa mewujudukan untuk menonton langsung PSS berlaga. Ia berharap seluruh suporter PSS bisa mengikuti arahan yang sudah berlaku.
Opsi stadion lain juga sudah dicari. Namun, Stadion Sultan Agung tetap menjadi pilihan paling utama. Sebab di tanggal tersebut banyak lapangan digunakan Liga 4. Dia mengimbau untuk PSS Fans untuk tidak datang ke stadion dengan alasan apapun.Dia berharap agar Maguwoharjo bisa segera rampung. “Karena jelas kita semua juga merindukan untuk bisa kembali bermain di rumah kita tercinta dan mendukung PSS kembali berlaga,” pungkasnya.(ayu/din)
Editor : Din Miftahudin