JOGJA – Ketua Biro Pembinaan dan Prestasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY Rumpis Agus Sudarko menyebut, Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025 diperkirakan akan dihelat Oktober mendatang.
Rumpis menambahkan, Peparda DIY 2025 ini akan jauh berbeda dibandingkan pada penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada dua pelaskanaaan sebelumnya, Peparda selalu berlangsung bersamaan dengan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY, tapi kali ini NPCI DIY telah mengusulkan untuk pelaksanaannya digelar terpisah.Kemungkinan waktunya seperti Peparnas yang berlangsung setelah PON. “Sehingga, kemungkinan digelar Oktober,” ungkap Rumpis, Rabu (1/1).
Sebanyak 16 cabang olahraga (cabor) siap dipersiapkan untuk dipertandingkan pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025 mendatang. Sebanyak 16 cabor yang diajukan tersebut meliputi, para anggar, para angkat berat, para atletik, boccia, bola voli duduk, para bulutangkis, para catur, e-sport, goalball, judo blind, para panahan, para renang, para taekwondo, tenpin bowling, tenis kursi roda, dan para tenis meja."Kami sudah paparkan rencana Peparda ini kepada perwakilan NPCI kabupaten/kota," jelas Rumpis.
Menurut Rumpis, digelarnya kembali Peparda DIY itu ditujukan untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dengan disertai peningkatan prestasi olahraga daerah. Ajang Peparda DIY tersebut juga sebagai ajang tolok ukur pembangunan karakter penyandang disabilitas yang tangguh di DIY dan pembinaan keolahragaan daerah.
Tak hanya itu saja, Peparda DIY itu juga diharapkan menjadi sarana inventarisasi atlet penyandang disabilitas di semua klasifikasi maupun usia dan meningkatkan manajemen penyelenggaraan kompetisi agar lebih baik, efektif dan efisien."Ajang tersebut juga untuk menyiapkan atlet berprestasi menuju single event dan multievent nasional," tutur Rumpis.(ayu/din).
Editor : Din Miftahudin