SLEMAN - PSS Sleman dijatuhi hukuman oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas pelanggaran yang dilakukan lima orang pemainnya. Itu terjadi dalam laga yang mempertemukan tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini melawan PSIS Semarang di putaran pertama kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 di Stadion Manahan Solo, (17/12) lalu.
Dari hasil sidang yang telah dirilis oleh Komdis PSSI pada 19 Desember 2024 lalu, PSS Sleman dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 50 juta. Menanggapi hal tersebut, Manajer PSS Sleman Leonard Tupamahu mengatakan, sanksi yang dijatuhkan ke PSS Sleman itu sudah diselesaikan oleh pihak manajemen. Sebab manajemen menilai itu hanya sanksi administrasi saja."Ini sudah langsung diurus tidak ada masalah dan ini sudah clear," lontarnya, Rabu (1/1).
Menurutnya, hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI soal lima orang pemain Laskar Sembada yang mendapatkan kartu kuning itu adalah hal yang biasa dalam pertandingan sepak bola. Karena di dalam pertandingan itu bisa saja pertandingan itu berjalan dengan tensi yang tinggi, sehingga para pemain mendapatkan kartu kuning."Itu bukan hal yang baru di sepak bola Indonesia dan itu sudah peraturan lama," ucapnya.
Sanksi yang diberikan Komdis PSSI tidak hanya untuk PSS Sleman. Ada sejumlah klub Liga 1 lain yang juga terkena sanksi tersebut. Total ada sebanyak 12 item sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI kepada sejumlah pemain dan klub Liga 1 musim 2024/2025 pada saat putaran pertama lalu. Di antaranya ada Bali United, Persija Jakarta, Persik Kediri PSIS Semarang, dan sejumlah pemain.
Pertandingan antara PSS Sleman kontra PSIS Semarang itu memang berlangsung keras. PSS menang 2-1.Dua gol kemenangan PSS Sleman di laga melawan Laskar Mahesa Jenar julukan PSIS Semarang itu disarangkan oleh Gustavo Tocantins di menit ke-61 melalui tendangan pinalti dan Nicolao Cardoso di menit ke-76. Sementara satu gol balasan dari PSIS Semarang dicetak oleh Riyan Ardiansyah di menit ke-84.(ayu/din)
Editor : Din Miftahudin