RADAR JOGJA - Cabang olahraga (cabor) para angkat berat untuk sementara menjadi andalan DIJ di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024. Tak hanya menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen DIJ, prestasi tambahan berupa pemecahan rekor berhasil ditorehkan salah satu atlet andalannya, Sutiayah saat turun di kelas -50 kg putri.
"Sangat lega sekali,” ujarnya usai pengalungan medali, Rabu (9/10). Pencapaianya kali ini merupakan buah yang dilaluinya selama tiga tahun terakhir. Karena tak cepat berpuas diri. Meski dalam peparnas sebelumnya juga meraih medali emas.
Ya, capaian medali emas dan pemecahan rekor pada Peparanas memang bukanlah hal yang baru bagi seorang Sutiayah. Pasalnya, hal yang sama pernah dilakukannya pada ajang Peparnas XVI Papua 2021 silam. Pada Peparnas tiga tahun lalu itu, Sutiayah mampu memecahkan rekor Peparnas setelah berhasil mengangkat beban seberat 85 kg untuk nomor best lift.
Raihan angkatan tersebut didapatkan usai Sutiayah mulus mengakat tiga kali kesempatan yang diberikan. Yakni beban 75 kg pada kesempatan pertama. Naik jadi 80 kg pada kesempatan angkatan kedua. Kemudian sukses mengangkat beban seberat 85 kg pada kesempatan ketiga atau terakhir. Catatan rekor Peparnas tiga tahun lalu ini kembali dipecahkan atlet asal Gunungkidul ini pada Peparnas XVII Solo 2024.
Pada peparnas kali ini, Sutiayah sukses menyelesaikan tugasnya di tiga angkatan dengan masing-masing beban, yakni 80 kg pada angkatan pertama, kemudian naik jadi 85 kg pada angkatan kedua dan pada angkatan terakhir sukses mengangkat beban seberat 86 kg, yang sekaligus menjadi rekor baru.
Sutiayah mengaku, rekor yang berhasil diraihanya pada peparnas kali ini adalah buah dari kerja keras yang dilakoninya selama persiapan. Menurutnya untuk angkatan terbaiknya saat latihan lebih dari 86 kg, kadang bisa 88, atau 89, dan bahkan 90 kg. Tapi untuk peparnas kali ini, secara pribadi Sutiayah berusaha ambil aman. yang penting bisa memboyong medali emas dulu.
“Setelah menunggu dan berlatih maksimal selama tiga tahun ini, akhirnya sudah bisa plong. Karena bisa menyumbangkan medali bagi DIJ di Peparnas 2024 ini," katanya.
Baca Juga: Asten Askreng Radar Jogja Jadi Kampiun Turnamen Fun Game Mini Soccer #3 di HK 99
Pelatih Para Angkat Berat DIJ Agung Wibowo mengaku, telah berpesan untuk atlet-atlet andalan DIJ agar mengamankan medali emas terlebih dahulu baru mengejar catatan rekor. "Kami mengetahui kemampuan atlet-atlet kami, jadi kami pakai startegi amankan dulu angkatan untuk mendapatkan medali emas. Kalau sudah aman, baru kami kejar catatan rekor. Alhamdulillah, Sutiayah berhasil semua," jelasnya.
Sementara itu Ketua Kontingen DIJ Rumpis Agus Sudarko mengaku menyambut positif raihan medali emas dan rekor yang ditorehkan Sutiayah pada peparnas kali ini. Pihaknya berharap agar cabor para angkat berat bisa mencapai target lima medali emas di Peparnas 2024 ini.
"Untuk sementara, angkat berat memang menjadi lumbung medali emas bagi DIJ. Bahkan kami berharap mereka bisa melebihi dan akan tercipta rekor baru dari atlet DIJ," tandasnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo