JOGJA – PSIM Jogja membawa 24 pemain untuk menghadapi Bhayangkara FC di pekan ketiga Liga 2 2024/2025. Duel kedua tim akan digelar di Stadion Trisanja, Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (19/9/2024) malam.
PSIM menyongsong laga ini dengan modal meyakinkan usai menang 3-0 atas Adhyaksa FC di laga pertama. Usai melewati laga perdana, penggawa Laskar Mataram hanya memiliki persiapan empat hari jelang melawan Bhayangkara FC.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan, sisa waktu yang dimiliki digunakan untuk memulihkan kondisi fisik pemain. Terutama bagi para pemain yang menjadi starter di laga perdana kemarin. “Sementara untuk yang main sebentar dan yang tidak main, kami tetap latihan biasa untuk menjaga kebugaran secara fisik dan menjaga sentuhan bolanya," ujarnya, Rabu (18/9/2024).
Jelang menghadapi juara Liga 1 2017 tersebut, Seto mengaku timnya tidak melakukan persiapan khusus. Yang paling penting tim besutannya sudah melewati beratnya laga pertama kemarin. “Harapannya, itu menjadi modal buat tim untuk lebih lepas, lebih cair lagi bermain. Karena kemarin saya lihat memang belum lepas secara keseluruhan," katanya.
Seto mengakui, usai laga kontra Adhyaksa FC pada Minggu (15/9/2024) kemarin, kondisi fisik anak asuhnya sudah kembali bugar. Namun, tim pelatih tetap berkonsultasi dengan dokter tim untuk mengurangi risiko cedera. "Tetap kami lihat nanti siapa yang diturunkan. Mudah-mudahan semuanya baik waktu hari H," jelas Seto.
Jelang laga tandang perdana di musim ini, Seto menyebut calon lawannya memiliki skuad yang mentereng. Tak hanya itu, Bhayangkara FC juga memiliki kedalaman skuad yang baik. Hal itu menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih PSIM dalam meracik strategi. "Saya pikir mereka merata di setiap lininya. Ini menjadi pertimbangan khusus buat kami," ucap eks juru taktik PSS Sleman ini.
Selain itu, Seto juga meminta anak asuhnya untuk tetap membumi. Tidak larut dalam euforia pasca kemenangan atas Adhyaksa FC kemarin. Untuk itu, Seto mewanti-wanti para pemainnya untuk berhati-hati dalam bersikap di media sosial. Terlebih dengan banyaknya pujian dari pendemen PSIM yang ditujukan kepada pemain. “Harapannya, itu menjadikan pemain untuk lebih meningkatkan prestasinya," harap pelatih 50 tahun ini. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin