Secara sekilas, Prof Iswandi Syahputra tampak seperti wakil rektor kebanyakan. Dengan wibawa dan ragam pencapaiannya. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan ini memiliki koleksi ratusan jersey bola, utamanya jersey bola vintage. Dia juga punya hobi lain tentang sepak bola. Apa itu?
FAHMI FAHRIZA, JOGJA.
Iswandi mengaku sejatinya memang menyukai sepak bola sejak kecil. Referensi dan kecintaanya pada sepak bola berawal dari klub PSMS Medan. Klub berjuluk Ayam Kinantan yang nyatanya masih jadi kebanggaannya hingga saat ini."Saya asalnya memang dari Medan. Jadi cinta saya ke klub lokal itu pada PSMS," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (22/6).
Beranjak dewasa, Iswandi tidak sekadar memaknai sepak bola sebagai permainan semata. Namun dia menilai sepak bola secara lebih kompleks. Mulai dari sepak bola sebagai bentuk pernyataan sikap politis, marwah suporter sebagai pemain ke-12, hingga kemegahan stadion sebagai arena juang para pemain."Saya menilai sepak bola itu tidak hanya permainan, tapi filosofi. Saya suka tim yang permainannya filosofis," ungkapnya.
Dia juga suka suporter yang kreatif dan punya sikap. Untuk klub lokal, dia menykai klub berjuluk Super Elang Jawa, PSS Sleman. Kediamannya pun tak jauh dari markas PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MagIS).
Dalam praktiknya, selain suka menonton dan menikmati sepak bola, Iswandi juga suka membeli dan mengoleksi jersey bola. Utamanya jersey club luar negeri bernuansa vintage produksi 80-90an. Saat dikonfirmasi, ia sendiri tidak yakin betul berapa jumlah jersey yang saat ini dimilikinya. Namun, ia sudah mulai mengoleksi sejak medio 2014 silam hingga sekarang."Jumlah pastinya saya tidak tahu, tapi lebih kalau 100 jersey. Jersey saya ada dua lemari di rumah," tuturnya.
Dia juga memastikan koleksi jersey-nya dari klub luar negeri, vintage, dan pastinya original. Selain mengoleksi jersey, ia juga berkali-kali mengunjungi berbagai stadion dalam lawatannya ke luar negeri. Tercatat mulai dari Inggris, Spanyol, Italia, German, Turki hingga Prancis pernah dia datangi.”Mulai dari Etihad, Turin, sampai Santiago Bernabeu. Tapi favorit saya itu Anfield," ungkap lelaki yang mengidolakan club Liverpool ini.
Baginya, Stadion Anfield itu terasa magis sekali, hospitality dan suasananya juga sangat menyenangkan. Ia berujar, secara garis besar negara-negara di kawasan Eropa yang kental dengan kultur sepakbola sudah semua dikunjunginya. Namun dia masih memiliki beberapa destinasi tujuan, salah satunya adalah negara di kawasan Skandinavia."Kalau yang belum tercapai sih pengen ke Skandinavia, yakni Swedia, Norwegia, dan Denmark. Itu kultur bolanya juga bagus," paparnya.
Dalam kesehariannya Iswandi juga kerap menggunakan jersey koleksinya. Bahkan pernah ada masanya, ia mengajar dan beraktivitas di lingkungan kampus juga menggunakan jersey. "Dulu ngajar pakai jersey, tapi sekarang sudah dikurangi dan hanya pakai di luar kampus," tuturnya.
Kebiasaan menggunakan jersey dalam ruang publik tersebut menurutnya hal yang cukup positif. Karena bisa berimplikasi pada banyak hal, mulai dari jejaring relasi hingga potensi transaksi."Beberapa kali di ruang publik itu saya diajak foto sama orang, karena dia terkesan dengan jersey yang saya pakai," tandasnya. (iza/din).
Editor : Din Miftahudin