JOGJA - Maguwoharjo Football Park (MFP) sendang mencoba sebuah program belajar bersama dengan para atlet-atlet usia muda. Hal itu dilakukan agar para pemain bisa terus belajar lebih giat dan saling tukar pikiran.
Direktur MFP Kahudi Wahyu menjelaskan melalui program belajar bersama, MFP ingin mencoba memberikan informasi terkait dasar-dasar sepakbola dan saling tukar pikiran dengan para pemain, pelatih, dan orang tua.
"Ini khusus SSB aja, siapapun boleh ikut. Tapi ini konteksnya adalah belajar bersama," katanya, Selasa (11/6).
Untuk para peserta program belajar bersama MFP ini diikuti oleh atlet SSB muda dari Usia 13 sampai 17 tahun. Para peserta bisa mengikuti latihan selama dua kali dalam satu Minggu.
"Kami juga ingin menambah jam berlatih untuk teman-teman yang ikut di SSB masing-masing," ungkap Kahudi.
Kahudi mengaku program belajar bersama ini adalah cara untuk belajar bagaimana mengelola sepakbola dengan situasi yang tidak ideal. Sebab pihaknya ingin mencari solusi untuk tumbuh kembang para pemain, pelatih, dan orang tua.
"Ini harus menjadi pemikiran bersama. Makanya kami memberi informasi sederhana terkait sepakbola, bagaimana cara mengelola, dan bagaimana cara pemain supaya bisa mencapai cita-citanya," jelasnya.
Menurut Kahudi program belajar bersama MFP ini juga mendidik anak dalam dunia sepakbola agar tidak perlu saling menyalahkan. Tetapi harus bisa saling membantu.
Makanya program belajar bersama ini adalah salah satu usaha untuk mencari cara yang tepat bagi tumbuh kembang sepakbola anak. Mengingat sangat pentingnya pembinaan diusia dini
Kahudi berharap agar program belajar bersama ini bisa terus berjalan. Sehingga di situ ada forum diskusi untuk membicarakan segala sesuatu tentang sepakbola.
"Karena kami tahu sepakbola kami tidak ada yang ideal ya. Makanya kami mencari solusi-solusi atas hal itu," harapnya.
Selain itu, Kahudi juga ingin para atlet-atlet muda Jogjakarta agar bisa belajar terus tentang sepakbola, agar ke depan mereka bisa menghadapi masalah ketika bermain di level yang lebih tinggi.
"Gali lah informasi sebanyak-banyaknya, jangan cepat puas apa yang didapat, tidak mudah putus asa, dan teruslah belajar," tandasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo