JOGJA - Tim sepak bola putri DIY terus melakukan persiapan maksimal dalam program pemusatan latihan daerah (puslatda) demi mengejar target untuk membawa pulang medali pada ajang Pekan olahraga nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Tim sepak bola putri DIY ini telah ukses mencetak sejarah baru dengan lolos untuk pertama kalinya ke ajang PON XXI 2024 ini. Namun, mereka belum merasa puas dan akan tetap berkerja keras.
Setelah memastikan diri lolos ke PON 2024 ini untuk pertama kalinya, pelatih tim sepak bola putri DIY Nopendi menjelaskan, mendapat kepercayaan dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY untuk kembali melatih tim ini.
Dia mempertahankan para pemain utamanya yang mengantarkan tim lolos. Nopendi optimistis bisa meraih medali di ajang PON 2024 mendatang.
"Setelah kemarin kami berhasil meraih sejarah lolos untuk pertama kalinya, semoga besok kita bisa kembali membuat sejarah baru. Setelah lolos pertama kali, selanjutnya jelas kami mengincar untuk bisa mendapatkan mendali di PON mendatang. Syukur-syukur bisa membawa medali emas," jelasnya Sabtu (17/2).
Incaran medali emas atau minimal membawa pulang medali perunggu di ajang PON 2024 memang bukanlah perkara yang mudah. Sebab, di ajang PON 2024 ini adalah edisi pertama bagi DIY untuk ikut ambil bagian.
Menginggat selama ini tim sepak bola dari DIY, baik putri dan putra, belum pernah sekalipun bisa lolos dari babak kualifikasi (BK) PON.
Terlebih lagi, pengalaman tanding yang sangat minim di ajang olahraga multi event empat tahunan ini. Lawan-lawan yang akan dihadapi DIY di PON 2024 mendatang jelas bukanlah tim-tim yang sembarangan.
Tercatat, di PON mendatang ada tim Bangka Belitung (juara Grup A), DKI Jakarta (juara Grup B), Jawa Barat (juara Grup C), Kalimantan Timur (juara Grup D), Sulawesi Selatan (juara Grup F), Papua (juara Grup G), dan tuan rumah Sumatera Utara.
Meski harus menghadapi tim-tim kuat, Nopendi tetap yakin dengan kemampuan anak asuhnya yang akan memberikan perlawanan atau bahkan mengalahkan tim-tim tersebut.
"Semua tim punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan kualitas dan karakter yang berbeda-beda. Untuk itu, kami sudah siapkan tim ini untuk situasi menghadapi beberapa karakter lawan. Karena itulah, kami cukup yakin," tegasnya.
Terlebih Nopendi mengaku saat ini para pemain sepak bola putri DIY secara rutin telah menggelar latihan bersama di Lapangan Kenari, Jogja.
Ada 23 nama pemain berkualitas yang layak diandalkan membawa nama baik DIY di PON 2024 mendatang.
Para pemain tersebut, di antaranya, Alfina Kusumaningtyas, Amelia Diah Handayani, Widia Tri Utami, dan Anita Luthfi Rahmawati.
Ada pula Dewi Setya Maharani, Diana Latifa Rahayu, Enik Setyowati, Justitia Ayu Putri Salma, Keyza Najmah Ataya, Nadhifa Nur Aini, Nafizhah Nuraini, dan Oktavia Rahma Yulita.
Kemudian, Octavianti Dwi Nurmalita, Raden Rara Azizah Kusuma Dewi, Ratu Aisha Binar Wicamsono, Ria Anjarwati, Tugiyati, dan Vera Lestari.
"Semoga dengan persiapan yang lebih lama bisa meningkatkan kualitas individu dan kerjasama tim. Dan saat di PON nanti bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan mendapatkan mendali. Hal ini tentunya semua memerlukan dukungan dari KONI DIY, Asprov PSSI DIY, dan seluruh pihak terkait," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad