JOGJA - Cabang olahraga (cabor) tenis kursi roda National Paralympic Committee (NPC) DIY punya tekad kuat. Mereka bertekad mempertahankan predikat juara umum dan meraih enam medali emas di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 Aceh-Medan mendatang.
Pelatih kepala pelatda tenis kursi roda NPC DIY Muhammad Jaka Suryanto mengatakan, ada alasan khusus terkait target ingin menjadi juara umum di Peparnas 2024. Yakni, mereka ingin meraih hat-trick juara di ajang Peparnas tersebut.
"Target kami mempertahankan juara umum setelah kemarin di Papua, kami bisa meraih juara umum yang kedua kalinya. Kami besok tantang anak-anak buat hattrick ini bisa ngak dan ternyata anak-anak siap," ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Minggu (11/2), di Lapangan Tenis Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.
Ada total 14 atlet yang disiapkan oleh cabor tenis kursi roda NPC DIY. Dari ke 14 atlet tersebut, ada enam atlet putri dan delapan atlet putra.
Mereka beberapa waktu lalu mengikuti ajang Kapusrehab Cup di Jawa Barat. Saat ini para atlet memasuki persiapan puslatda di periodisasi umum.
Menurut Jaka, kondisi fisik sudah berkembang selama persiapan puslatda ini. Nanti tinggal di periodisasi khusus untuk ditingkatkan lagi.
"Kami persipan mulai dari awal, walaupun tidak awal sekali. Dan, nanti harapan kami di periodisasi kompetisi anak-anak sudah bisa lebih performance," katanya.
Sebagai kepala pelatih, Jaka mengaku optimistis anak asuhnya bisa memenuhi target juara umum dan membawa pulang minimal enam medali emas untuk DIY.
Namun, saat ini masih menunggu panduan untuk nomor-nomor yang akan dipertandingkan di ajang Peparnas mendatang.
"Kalau nomor-nomor yang dipertandingkan itu sudah keluar, kami baru bisa meraba mana kekuatan yang mana anak-anak bisa ambil nomor-nomornya. Sehingga anak-anak bisa paling tidak membawa enam emas. Syukur-syukur bisa melesat lebih," jelasnya.
Akan tetapi, Jaka mengungkapkan perjuangan para atletnya agak sedikit berat. Karena di tahun ini, pihaknya masih meraba-raba kekuatan dari daerah lain.
Jaka mengaku, di ajang Peparnas sebelum-sebelumnya, saingan berat NPC DIY adalah para tim tuan rumah seperti Jawa Barat dan Papua.
Waktu Peparnas di Papua lalu, mereka mengambil dua atlet dari DIY. Namun, sekarang sudah kembali.
Harapannya, dengan kembalinya dua atlet itu, paling tidak DIY bisa mendominasi di ajang Peparnas 2024 mendatang.
"Sementara ini Papua yang paling berat. Tapi, kami tetap mencoba bisa untuk mengatasai Papua," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad