JOGJA - Klub Basket Bima Perkasa Jogja resmi memperkenalkan RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo sebagai presiden klub Bima Perkasa Jogja sekaligus menjadi Presiden Direktur PT BPM.
Hal tersebut dilakukan karena upaya untuk mempertangguh manajemen dalam mengikuti kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim depan.
Rencana mempertangguh pondasi manajemen Bima Perkasa musim ini bukan sekadar wacana.
Sebab, setelah menunjuk Fika Nurazam Wirastuti mengisi posisi manajer tim lalu Berchman Heroe menjadi Direktur PT Bima Perkasa Manajemen (BPM) disusul Mikael Radithe Badra Kumala selaku wakil presiden klub.
Dan kini manajemen telah memperkenalkan RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo sebagai presiden klub sekaligus Presiden Direktur PT. BPM.
Bukan tanpa alasan Bima Perkasa Jogja untuk merekrut cucu dari Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.
Ya, karena Marrel, sapaan akrab RM Gusthilantika Marrel Suryakusumo mempunyai segudang pengalaman dalam manajerial olahraga.
RM Gusthilantika Marrel Suryakusumo sendiri pernah menjalankan tim motorsport di Indonesia dan Inggris selama kurang lebih enam sampai lima tahun.
Pengalaman plus kesamaan visi dan misi dengan dr.Edy selaku owner membuatnya mau mengisi pos Presiden Klub sekaligus Presiden Direktur PT.BPM.
"Setelah berdiskusi panjang dengan teman-teman Bima Perkasa Jogja, dengan owner dr.Edy, akhirnya saya diminta untuk bergabung ke dalam tubuh Bima Perkasa sebagai Presiden Klub. Kami sudah memulai beberapa program. Yang saya lihat, visi dan misi sama, dari owner menginginkan perubahan yang cukup massif, dari tim manajemen, pemain, offisial, sampai tim kepelatihan," ujar Marrel (1/1).
Marel mengaku dengan bergabungnya ke Bima Perkasa, ia ingin kesamaan visi dan misi itu direalisadikan untuk membangun tim yang memiliki rencana jangka panjang.
Sebab cucu dari Sri Sultan HB X ini yakin bahwa Bima Perkasa Jogja mempunyai banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan tetapi tidak dalam jangka pendek atau per musim.
Tapi tim ini harus punya rencana jangka panjang dua sampai tiga musim.
"Saya yakin musim-musim besok ini cukup menantang. Penyesuaian masih perlu banyak dilakukan tetapi proses ini perlu kita lewati agar melihat hasil dalam dua tiga musim ke depannya. Kami sekarang waktunya melihat ke depan dan optimis. Dari sanalah kesamaan visi dan misi saya dengan owner dan semua tim yang akhirnya membuat saya putuskan mau diajak bergabung," katanya.
Marel juga menyebut faktor lain yang membuatnya tidak ragu untuk menjadi Presiden Klub sekaligus Presiden Direktur PT. BPM karena menurutnya manajemen saat ini diisi tokoh-tokoh yang sudah mengerti dunia basket.
"Semoga ini bisa menjadi musim pembenahan untuk kita semua. Kami mulai semuanya dari nol kami bangun lagi Bima Perkasa Jogja dengan yang lebih baik. Kami memohon doa dan dukungan dari semua warga Jogja, semua pelaku basket di Jogja. Semoga BPJ bisa kembali perkasa dan bisa juara di IBL," tandasnya. (ayu/bah)
Editor : Bahana.