JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menggelar sarasehan manajemen kelembagaan olahraga di Aula Lantai 2 Kantor KONI DIY Kamis (26/10) sore.
Menurut Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, saat ini olahraga sudah menjadi bagian dari life style masyarakat dan mendorong tumbuhnya industri kebutuhan sarana dan aksesori olahraga.
Saat ini telah terjadi pergeseran ke arah positif. Di mana, olahraga dapat menjadi sandaran untuk kehidupan.
Didik mengatakan dengan banyaknya pertumbuhan industri olahraga akan menjadi salah satu sektor penyangga pertumbuhan ekonomi negara atau daerah.
"Sehingga semakin dibutuhkan manajemen olahraga menuju tata kelola olahraga modern. Pengelolaan kelembagaan olahraga harus mampu memastikan fungsi-fungsi manajemen berjalan dengan baik," ungkapnya.
Tak hanya itu, Didik juga menjelaskan, sejalan dengan perkembangan kebutuhan manajemen keolahragaan maka pimpinan lembaga olahraga juga harus mau berpikiran ke depan, berpikir lintas , dan berpikir ulang.
Sebab, itu dilakukan untuk kemajuan lembaga olahraga yang menjadi tanggung jawabnya.
"Untuk menyesuaikan kebutuhan kelembagaan olahraga yang adaptable. Perlu dilakukan evaluasi dan melakukan penataan ulang sistem, penataan ulang budaya serta kebiasaan lembaga," ucapnya.
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto mengatakan, kegiatan sarasehan manajemen kelembagaan olahraga ini dilakukan karena pihaknya ingin para pengurus daerah (pengda) cabang olahraga, badan fungsional, dan anggota KONI kabupaten atau kota bisa mengembangkan kelembagaan secara lebih profesional.
"Tentu dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pengurus cabang olahraga, baik pengda cabang olahraga, dan badan fungsional KONI DIY bisa lebih memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih baik secara kelembagaan dan lebih produktif dalam jenjang pembinaan para atlet pada jenjangnya masing'masing," ujarnya.
Baca Juga: 700 Siswa Ikuti Pekan Olahraga Disabilitas
Ditambah lagi, Rektor UNY Sumaryanto juga menyampaikan perencanaan dalam pengelolaan kelembagaan olahraga.
Menurutnya perencanaan pengelolaan kelembagaan keolahragaan mengacu pada indeks pembangunan manusia (IPM).
"Untuk itu, diperlukan sinergi dan integritas semua lini dalam melakukan perencanaan yang tepat sesuai potensi atau peluang cabang olahraga, kemudian juga penataan dan peningkatan kualitas SDM olahraga," tandasnya. (ayu)