BANTUL, RADAR JOGJA - Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2023 akan kembali digelar pada tanggal 20-22 Oktober mendatang.
Dewan Pengarah Kejuaraan Sutrajaya mengatakan, terhitung sejak tahun 2012 yang lalu. Kejuaraan tahun ini adalah penyelenggaraan kejuaraan yang ke-10. Dan Kegiatan ini diselenggarakan bukan hanya semata-mata untuk meningkatkan prestasi olahraga Drumband/Marching band di DIJ saja.
"Kami mempunyai keinginan untuk membantu pemerintah DIJ dalam meningkatkan kunjungan pariwisata di DIJ," ujarnya kepada para wartawan di Tikajaya Cafe & Resto, Banguntapan, Rabu (18/10/2023).
Menurut Sutraja di edisi yang ke-10 ini, sejak kembali digulirkan bersama Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) DIJ pada 2012 silam. Kejuaraan kali ini suguhan istimewa dan berbeda dengan event-event sebelumnya. Sebab pihaknya telah menyiapkan panitia pelaksana guna menambah meriah kejuaraan tahun ini.
Ada beberapa penampilan baru yang akan disuguhkan dalam ajang Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2023 kali ini. Sebab para penampil diantaranya, yang diikutkan dalam Piala Raja HB X ini akan diikutkan pawai atau lomba street parade di Jalan Malioboro pada hari Sabtu (21/10) mendatang.
Selain diikutkan dalam pawai, piala tersebut nantinya akan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Pemda DIJ dan diteruskan kepada panitia kejuaraan untuk kembali diperebutkan.
"Dalam pawai tersebut, Piala Raja HB X nantinya akan ditandu dan diiringi oleh 65 orang bregada. Selain itu, kami nanti akan hadirkan Tari Edan-adanan yang memiliki filosofi mengusir roh jahat yang mengganggu kegiatan ini. Ada juga Tari Merak yang memiliki filosofi sebagai ucapan selamat datang untuk seluruh peserta kejuaraan yang sudah hadir di Jogjakarta," ungkapnya.
Sementara, Ketua Panitia Kejuaraan Nolik Maryono BSc juga menjelaskan peserta yang mengikuti ajang ini pada tahun ini terdiri atas 60 tim. Yang mana mereka berasal dari Makassar, Kuta Kartanegara, Banjarmasin, Nusa Tenggara Barat, Jember, Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Tangerang, Bandung, Cirebon, Garut, Semarang, Solo, Purwodadi, Sukoharjo, Batang, Boyolali, Purworejo, dan DIJ.
Sementara untuk nomor lomba yang akan dipertandingkan dalam ajang tersebut ada empat nomor jenis lomba. Seperti, Concert Show, Drumline Battle, Street Parade, dan Display.
"Kami menambah satu nomor lomba Concert Show Band. Karena diharapkan kedepannya peserta dari Luar Negeri bisa mengikuti lomba tersebut atau istilahnya Kejuaraan Marching Band Piala Raja ini naik kelas menjadi kompetisi internasioonal," ucapnya.
Nolik juga menyebut jumlah peminat ajang kejuaraan ini dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hal ini dapat dilihat dari adanya antrian peserta yang ingin mengikuti Kejuaraan ini.
"Apabila jumlah peserta tidak terbatas, bahkan Tahun 2023 ini bisa mencapai 80 tim. Namun kami terkendala masalah penjadwalan kegiatan. Sehingga kami batasi menjadi 60 peserta," bebernya.
Terlebih Nolik juga menyebut juri yang bertugas dalam kejuaraan ini berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Indonesia. Dan ajang kejuaraan ini diperkirakan akan ada lebih dari 7000 orang yang berada di Jogjakarta. Serta kejuaraan ini akan diadakan selama minimal selama 3 hari.
"Untuk mendukung wisata di DIJ. Ke depan di tahun 2024 kami sudah mewacanakan untuk lomba street parade yang di Malioboro akan dilaksanakan pada malam hari agar semakain meriah dan diminati," tandasnya. (ayu).