Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ikut Rayakan HUTKe-267 Kota Jogja, Kali Pertama Gelar City Marathon

Heru Pratomo • Jumat, 22 September 2023 | 03:44 WIB
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat menghadiri jumpa pers event The International Yogyakarta 42K Marathon
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat menghadiri jumpa pers event The International Yogyakarta 42K Marathon

 

JOGJA - Turut merayakan HUT ke-267 Kota Jogja pada 7 Oktober nanti, event lari maraton internasional akan digelar. Tepat sehari setelah HUT Kota Jogja, pada Minggu (8/10) mendatang akan digelar The International Yogyakarta 42k Marathon.

Sebagai tuan rumah, Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyambut gelaran The International Yogyakarta 42K Marathon. Apalagi event ini telah ditunggu-tunggu. Bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19. Singgih menyebut, konsep city marathon pertama di Kota Jogja.

Apalagi rutenya yang melewati ikon Jogja. Termasuk kawasan Sumbu Filosofi yang baru dinyatakan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. "Sport tourism ini sangat menarik, apalagi Jogja punya destinasi yang bagus, jadi saya berharap punya dampak luas pada tourism dan meningkatkan perekonomian di Jogja,” ujar Singgih pada jumpa pers bersama media Kamis (21/9).

Kegiatan The International Yogyakarta 42K Marathon tidak hanya diselenggarakan sebagai acara olahraga semata, tapi juga untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian lokal. Apalagi dengan target 3.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Diyakininya hal itu akan berdampak pada okupansi hotel, restoran dan oleh-oleh. "Akan menambah branding Kota Jogja sebagai destinasi wisata premium," katanya.

Race director The International Yogyakarta 42K Marathon Lexi Rohi menambahkan, akan dibagi menjadi tiga kategori yaitu 10K, 21K, dan 42K. Dengan mengambil start dan finish di Alun-alun Sewandanan Kadipaten Pakualaman. Pihaknya pun sudah menentukan rute lari. "Di Jogja ini kebanyakan flat, kecuali nanti saat melewati jembatan layang Lempuyangan," katanya.

Juga dipilihkan rute melewati ikon Kota Jogja. Di antaranya Titik Nol KM, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Malioboro, Tugu, Pasar Ngasem, Kebun Binatang Gembira Loka, Jembatan Sayidan dan masih banyak landmark lainnya. Menjadi berbeda di rute 42K, tidak hanya melintasi Kota Jogja, tetapi juga melintasi Bantul. "Untuk jalan akan berbagi dengan pengguna jalan lain, yang dibatasi dengan trafic cone," jelasnya.

SedangDaswar Marpaung selaku Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo menyebut, egiatan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan event ini sebagai salah satu acara yang berkelanjutan. Dengan terus berkolaborasi agar mengembangkan acara ini menjadi magnet bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dengan melibatkan peran serta pemerintah daerah, masyarakat setempat. "Yang nantinya event ini mendukung dan memberdayakan para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jogja ini” ujarnya.

 

Terkait peserta, diakuinya, memang membatasi hanya 3.000 peserta. Selain karena baru kali pertama digelar, juga untuk mencari kenyamanan para pelari. Meskipun begitu, nantinya akan diikuti para pelari internasional. Dari pelari mancanegera yang sudah terdaftar ada dari Belanda, Singapura, Malaysia hingga Kenya.

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #Hotel #lari #maraton #rute #sport tourism